Rakornis Pusdalops PB BPBD DIY



Yogyakarta, 17 September 2018. Dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalkan penanganan operasi penanggulangan bencana khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, Seksi Kedaruratan BPBD DIY menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pusat Pengendali Operasi Penggulangan Bencana (Pusdalops PB) pada tanggal 17 September 2018 di ruang rapat lantai 2 BPBD DIY. Tema pada Rapat Koordinasi Teknis tersebut adalah Standard Operating Procedures (SOP). Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kedaruratan, Bapak Danang Samsurizal, S.T., ini mengundang seluruh Kepala Pelaksana BPBD, Manajer Pusdalops PB dan Operator Pusdalops PB di wilayah D.I.Yogyakarta.

 

Standard Operating Procedures (SOP) menurut kajian pustaka merupakan dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang efektif. Tujuan pembuatan SOP adalah untuk menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan yang berulang-ulang yang diselenggarakan dalam suatu organisasi.

 

Standard Operating Procedures sangat penting dalam penanggulangan bencana karena di dalamnya mendefinisikan peranan dan tanggung jawab seluruh stakeholder seperti pemerintah, organisasi dan badan-badan lain yang terdapat di dalam suatu wilayah.

 

Pada sesi pertama, Bapak Sigit Hadi Prakosa, S.P., M.Si, Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Yogyakarta membahas mengenai SOP Penyediaan dan Penyebarluasan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim. Materi yang disampaikan meliputi sekilas tentang BMKG beserta perannya dalam mitigasi bencana alam, pengantar SOP, SOP peringatan dini cuaca ekstrim 1-3 jam kedepan dan SOP peringatan dini cuaca ekstrim 1-2 hari kedepan. Maksud penyusunan SOP adalah sebagai acuan dalam proses penyediaan dan penyebarluasan peringatan dini cuaca ekstrem 1-3 jam kedepan dan 1-2 hari kedepan di lingkungan UPT BMKG. Diharapkan dengan adanya penyusunan SOP dapat terciptanya keragaman format, isi dan kepastian waktu dalam penyediaan dan penyebaran peringatan dini cuaca ekstrim 1-3 jam kedepan dan 1-2 hari ke depan di lingkungan UPT BMKG.

 

Sesi kedua yaitu Bapak Dr. Agus Budi Santosa, Kepala Seksi Gunung Api BPPTKG. Dalam materinya, beliau  menjelaskan mengenai aktivitas vulkanik paska freatik 1 Juni 2018, skenario bahaya merapi yang mengikuti pola paska letusan besar, skenario bahaya Gunung Merapi tahun 2018, level status aktivitas gunung merapi dan kondisi saat ini Gunung Merapi. Pertumbuhan kubah lava masih dalam kategori rendah. Saat ini ada 2 skenario bahaya Merapi, yang pertama yaitu kubah lava berhenti tumbuh kemudian stabil dan yang kedua yaitu kubah lava tumbuh yang berpotensi menyebabkan awan panas. Selain itu peningkatan level Gunung Merapi berdasarkan peningkatan aktivitas dan ancaman terhadap penduduk.

 

Sesi terakhir ditutup dengan tanya jawab dan berbagi pengalaman atau masalah yang ada di daerah masing-masing BPBD Kota maupun Kabupaten.

 

(Denish N/MEDIA CENTER BPBD DIY/Danang Samsurizal)


FAST RESPONSE



    Pusdalops BPBD DIY

    Jalan Kenari No. 14A, Semaki, Umbulharjo,

    YOGYAKARTA, 55166

    Phone: (0274) 555584, 555585

    Fax: (0274) 555326

    Frek : 170.300Mhz duplex -500 tone: 88,5

    whatsapp : (0274) 555584

    email: pusdalopsdiy@gmail.com


ADMINISTRASI PERKANTORAN


    BPBD DIY

    Jalan Kenari No. 14A, Semaki, Umbulharjo YOGYAKARTA, 55166

    Telp. (0274)555836

    Fax. (0274)554206

    email: BPBD@jogjaprov.go.id

JADWAL KEGIATAN


PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA


GEMPA TERKINI



STATUS GUNUNG MERAPI


PRAKIRAAN CUACA


Kota Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kabupaten Gunungkidul
Kabupaten Bantul
Kabupaten Kulonprogo


IKUTI KAMI