Ujicoba EWS Tsunami



Yogyakarta, 26 Desember 2018. Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi Tsunami di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), BMKG bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul serta BPBD DIY secara rutin setiap bulan pada tanggal 26 melakukan uji sistem sirine peringatan dini Tsunami. Ujicoba ini dilakukan di Pusdalops BPBD Kabupaten dan DIY dengan pendampingan dari BMKG Yogyakarta. Tujuan dari uji sistem peringatan dini ini untuk mengetahui kondisi sistem peringatan dini yang sudah dipasang di daerah-daerah rawan Tsunami apakah masih berfungsi dengan baik atau perlu perbaikan.

 

Di DIY terdapat EWS (Sistem Peringatan Dini) Tsunami yang tersebar di berbagai wilayah, salah satunya di Kabupaten Bantul. Untuk Kabupaten Bantul terdapat 29 unit EWS yang berfungsi baik dan dapat digunakan ketika uji sistem peringatan dini Tsunami pada hari ini Rabu, 26 Desember 2018. EWS tersebut ditempatkan di masjid-masjid yang berada di sekitar pesisir selatan Kabupaten Bantul dan sebagian tower sirine berada di sekitar pantai. Dalam pengoperasiannya, EWS tersebut di kendalikan dan dikontrol oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Bantul. Sedangkan Pusdalops BPBD DIY memiliki fasilitas untuk mem-backup kendali sirine EWS Tsunami yang berada di Kabupaten Bantul apabila gagal dihidupkan.

 

Tsunami merupakan rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan mencapai lebih dari 900 km/jam atau lebih di tengah laut. Tsunami sendiri menurut Dr. Daryono, S.Si, M.Si selaku Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG dapat terjadi karena :

1.            Gempa Bumi dengan kekuatan yang besar dan kedalaman yang dangkal serta berpusat di Laut

2.            Aktivitas vulkanik (Letusan gunung api) yang cukup besar pelepasan energinya, Longsoran / jatuhan material gunung api ke laut, dsb

3.            Longsoran di bawah laut

4.            Longsoran tebing di pantai / gunung es

5.            Meteor jatuh ke laut

6.            Aktivitas meteorologis /cuaca ekstrem

 

Saat ini alat pemantauan Tsunami ada  dua meliputi :

1.            Buoy

2.            Tide Gauge

3.            CCTV

4.            Jaringan Seismograf

5.            Alat pemosisian Global (GPS)

 

Buoy berfungsi untuk mendeteksi Tsunami saat masih menjalar di tengah lautan. Dalam rantai sistem peringatan dini Tsunami, data Buoy ini penting karena bila Tsunami sudah terdeteksi di tengah lautan maka masih ada waktu untuk memberi informasi evakusi ke masyarakat di sekitar pantai. Sayangnya hampir semua buoy yang ada tidak sudah rusak sejak tahun 2012. Sedangkan Tide Gauge, karena letaknya di pantai / pelabuhan maka fungsi utamanya adalah untuk mengkonfirmasi bahwa Tsunami telah terjadi dan telah menghantam pantai.

 

Sumber Foto : BMKG

 

(Denish N/MEDIA CENTER BPBD DIY/Danang Samsu)


FAST RESPONSE



    Pusdalops BPBD DIY

    Jalan Kenari No. 14A, Semaki, Umbulharjo,

    YOGYAKARTA, 55166

    Phone: (0274) 555584, 555585

    Fax: (0274) 555326

    Frek : 170.300Mhz duplex -500 tone: 88,5

    whatsapp : (0274) 555584

    email: pusdalopsdiy@gmail.com


ADMINISTRASI PERKANTORAN


    BPBD DIY

    Jalan Kenari No. 14A, Semaki, Umbulharjo YOGYAKARTA, 55166

    Telp. (0274)555836

    Fax. (0274)554206

    email: BPBD@jogjaprov.go.id

JADWAL KEGIATAN


PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA


GEMPA TERKINI



STATUS GUNUNG MERAPI


PRAKIRAAN CUACA


Kota Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kabupaten Gunungkidul
Kabupaten Bantul
Kabupaten Kulonprogo


IKUTI KAMI