Yogyakarta — Upaya peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan budaya sadar bencana terus dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi pemadaman kebakaran yang diselenggarakan di lingkungan Bawaslu Kota Yogyakarta pada Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan WASKITA (Wadah Studi, Kajian, dan Inovasi Kompetensi Aparatur), sebuah ruang pengembangan kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menghadirkan aparatur Damkarmat BPBD D.I. Yogyakarta sebagai narasumber dan instruktur guna memberikan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami langkah mitigasi dan memiliki kemampuan dasar dalam melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu, Bapak Andie Kartala, S.Pd., C.Med., kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai bencana kebakaran secara komprehensif yang disampaikan oleh Bapak Edhy Hartana, M.M., selaku Kepala Bidang Pemadam Kebakaran bersama Bapak Mahujud S, S.Sos., M.Si., selama kurang lebih satu jam pelajaran. Materi yang diberikan mencakup pengenalan potensi terjadinya kebakaran, faktor penyebab, upaya pencegahan, tindakan awal saat menghadapi kebakaran, serta pentingnya membangun budaya siaga bencana di lingkungan kerja.
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan mudah dipahami sehingga dapat menjangkau seluruh peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di rumah.
Setelah sesi sosialisasi selesai, seluruh peserta diarahkan menuju area lapangan untuk mengikuti praktik simulasi pemadaman kebakaran bersama aparatur Damkarmat BPBD DIY. Ketika simulasi dilaksanakan, Bapak Mahujud menekankan bahwa ukuran kobaran api yang digunakan merupakan batas maksimal kondisi kebakaran yang masih dapat ditangani secara mandiri pada tahap awal. Penekanan tersebut diberikan agar peserta memahami pentingnya mengenali batas kemampuan penanganan serta tetap mengutamakan keselamatan saat menghadapi kejadian kebakaran. Apabila kondisi api mulai membesar dan tidak lagi dapat dikendalikan secara aman, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi Damkarmat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Simulasi dilaksanakan melalui pengenalan peralatan pemadaman, praktik teknik pengendalian api,serta pemahaman langkah keselamatan selama proses evakuasi dan penanganan keadaan darurat. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung karena setiap peserta memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam praktik pemadaman.
Peserta kegiatan berasal dari seluruh pegawai Bawaslu Kota Yogyakarta dengan komposisi yang beragam, mulai dari pegawai usia muda hingga lanjut usia, serta melibatkan peserta laki-laki dan perempuan secara setara. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus mendukung prinsip Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui pemberian akses, partisipasi, dan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta dalam memperoleh pengetahuan serta pengalaman praktik kebencanaan.
Melalui kegiatan WASKITA ini, diharapkan kemampuan aparatur dalam mengenali risiko, mengambil keputusan secara cepat, serta melakukan tindakan awal secara tepat saat menghadapi kondisi darurat dapat terus meningkat. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

0 Komentar