BPBD DIY terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas relawan dan masyarakat di wilayah rawan bencana. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana kekeringan yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, di Kelurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan ini dibuka oleh Lurah Karangsari, Bapak Mujirin yang menyampaikan bahwa pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam keberhasilan manajemen bencana. Oleh karena itu, keterlibatan relawan, pemuda, hingga tokoh masyarakat menjadi elemen penting dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Bapak Hifni Muhammad Nasikh, S.E., MBA narasumber dari DPRD DIY menekankan bahwa saat ini Pemerintah Daerah DIY tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berorientasi pada penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, respons darurat, serta pemulihan jangka panjang.
Ibu Endah Kurniasih, S.P., M.Si narasumber dari BMKG Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan bahwa prediksi musim kemarau Tahun 2026 di wilayah Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih ialah puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus 2026 sedangkan durasi musim kemarau diprediksi 19 s/d 21 dasarian atau sekitar 7 bulan. Akhir musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan November 2026.
BMKG Stasiun Klimatologi menghimbau pemerintah daerah dan instansi yang berkaitan dengan pertanian agar antisipasi terhadap sifat hujan musim kemarau di bawah normal dan diprediksi terjadi El Nino dengan intensitas lemah sebesar 100%, intensitas moderate sebesar 98%, dan intensitas kuat sebesar 62% mulai pertengahan tahun (Mei-Juni-Juli 2026), dengan demikian kondisi musim kemarau berpotensi lebih kering dari biasanya di wilayah DIY.
BMKG Stasiun Klimatologi juga menghimbau masyarakat melakukan langkah mitigasi diantaranya dengan melakukan penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas tahan kering, dan untuk wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis untuk mengambil langkah antisipatif melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien dan mewaspadai daerah-daerah yang rawan karhutla.
Kemarau yang lebih kering dan panjang dapat menyebabkan krisis air bersih, penurunan kualitas air, penurunan kualitas udara serta gangguan kesehatan (penyakit saluran pernapasan, dehidrasi, dll), maka BMKG menghimbau masyarakat di sekitar Kalurahan Karangsari Kapanewon Pengasih untuk menjaga kesehatan dan lebih bijak dalam penggunaan air.

0 Komentar