BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana Tahun 2026 di Kantor Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul pada tanggal 15 April 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Muhammad Ibnu Munadi, S.T. dari BPBD DIY bersama Lurah Poncosari, Bapak Supriyanto, SE, S.Pt.
Dalam sambutannya, Lurah Poncosari menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki beragam potensi ancaman, mulai dari banjir, kekeringan, abrasi, tsunami, angin kencang, gempa bumi, hingga bencana sosial. Pengalaman kejadian banjir dan abrasi pada tahun 2025 menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
Bapak Sigit Nursyam Priyanto, S.Si., M. Ec. Dev, narasumber dari DPRD DIY menekankan bahwa penanggulangan bencana perlu dilandasi filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan lingkungan. Pendekatan pentahelix juga menjadi kunci, dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam satu sistem kolaboratif. Regulasi daerah turut menjamin hak masyarakat atas informasi, perlindungan, dan pelatihan kebencanaan.
Bapak Mujianto, S.T., MMB, narasumber dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Sleman mengulas potensi gempa bumi, tsunami, dan megathrust yang dapat terjadi di wilayah DIY. Berdasarkan sejarah dan peta potensi bahaya, DIY berpotensi mengalami tsunami dan gempa bumi yang merusak.
Fenomena megathrust merupakan sumber gempa besar yang berpotensi terjadi, tetapi belum dapat diprediksi waktunya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik bahaya, sistem peringatan dini, serta peningkatan kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting.
Peringatan bahaya memiliki beberapa manfaat, yaitu menunjukkan adanya potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat, meningkatkan kesadaran (awareness) orang yang berada di area tersebut, dan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk melakukan tindakan pengurangan resiko apabila bahaya tersebut terjadi. Sehingga karena sudah ada potensi, diharapkan menjadi lebih hati-hati.
BMKG juga menegaskan komitmennya dalam menyediakan informasi gempa dan peringatan dini tsunami secara cepat dan valid kepada masyarakat. Upaya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi risiko dampak bencana, terutama di kawasan pesisir seperti Poncosari.

0 Komentar