BPBD DIY menerima audiensi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Yogyakarta pada Senin (19/10/2026). Audiensi ini membahas informasi iklim terkini dan langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan 2026/2027 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG terhadap Hari Tanpa Hujan (HTH) selama periode El Niño 2026, hingga dasarian I Oktober 2026, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, tercatat mengalami periode tanpa hujan terpanjang di DIY, yakni mencapai 161 hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam mengantisipasi dampak kekeringan serta mempersiapkan langkah penanganan menghadapi perubahan musim.
BMKG memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di DIY berlangsung secara bertahap. Pada dasarian III November, hujan diperkirakan mulai memasuki wilayah Kulon Progo bagian utara serta Sleman bagian utara dan tengah. Selanjutnya, pada dasarian I Desember, awal musim hujan diprediksi terjadi di Kulon Progo bagian timur; Kota Yogyakarta; Sleman bagian timur, selatan, dan barat; Bantul bagian utara; serta Gunungkidul bagian utara. Adapun pada dasarian II Desember, hujan diprakirakan mulai memasuki Kulon Progo bagian barat dan Selatan; Bantul bagian timur, barat, dan Selatan; serta Gunungkidul bagian timur, barat, dan selatan.
Selain perbedaan waktu dimulainya musim hujan di setiap wilayah, hasil prakiraan BMKG menunjukkan bahwa awal musim hujan 2026/2027 di seluruh wilayah DIY diprediksi mengalami kemunduran lebih dari tiga dasarian dibandingkan kondisi normal periode 1991–2020. Durasi musim hujan juga diperkirakan lebih pendek lebih dari tiga dasarian dibandingkan kondisi normal. Prediksi durasi musim hujan wilayah Kulon Progo bagian utara yaitu 16-18 dasarian. Sedangkan wilayah Kulon Progo bagian barat, timur, dan selatan; Sleman; Kota Yogyakarta; Bantul; Gunungkidul yaitu 13-15 dasarian.
Informasi ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyesuaikan langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk kekeringan yang masih berlangsung serta kemungkinan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem saat musim hujan tiba.
Melalui audiensi ini, informasi iklim dan prakiraan musim yang disampaikan BMKG menjadi bahan pertimbangan bagi BPBD DIY dalam memperkuat perencanaan kesiapsiagaan serta koordinasi penanggulangan bencana bersama pihak terkait. Masyarakat juga diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi, antara lain menghemat penggunaan air bersih, menjaga ketersediaan cadangan air, membersihkan saluran drainase, memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dan meminimalkan dampak bencana di wilayah DIY.

0 Komentar