Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 04 Agu 2026,   Jam : 15:55:24 WIB

Magnitudo : 4.1 SR,      Kedalaman : 23 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di laut 90 km Barat Daya Kabupaten Bandung

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


Gubernur DIY Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan hingga 30 September 2026

Gubernur DIY Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan hingga 30 September 2026

YOGYAKARTA — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di seluruh wilayah DIY. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 248 Tahun 2026 yang ditandatangani pada 20 Juli 2026. Status siaga darurat ini berlaku sejak 20 Juli hingga 30 September 2026 dan dapat diperpanjang sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. Kebijakan tersebut merujuk pada siaran pers BMKG yang menyatakan bahwa seluruh wilayah DIY telah memasuki musim kemarau dengan curah hujan kategori Bawah Normal, disertai potensi fenomena El Niño tingkat moderat hingga kuat hingga Desember 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, gangguan sektor pertanian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan kesehatan masyarakat. Sebelum keputusan tingkat provinsi ini diterbitkan, tiga daerah setempat—yaitu Kabupaten Gunungkidul, Sleman, dan Bantul—telah lebih dahulu menetapkan status siaga darurat serupa di wilayah masing-masing. Melalui Keputusan Gubernur ini, Kepala Pelaksana BPBD DIY segera mengoordinasikan seluruh perangkat daerah untuk menyusun program dan kegiatan kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi sebelum dampak kekeringan meluas.(fm) ...

Detail Berita

Kebakaran Lahan Meningkat di DIY, Jangan Anggap Sepele Api Kecil

Kebakaran Lahan Meningkat di DIY, Jangan Anggap Sepele Api Kecil

Musim kemarau bukan hanya identik dengan cuaca cerah dan minim hujan, tetapi juga membawa ancaman yang perlu diwaspadai, yaitu meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Vegetasi yang mengering, suhu udara yang tinggi, serta embusan angin membuat api lebih mudah muncul dan cepat meluas. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menurunkan kualitas udara, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Ironisnya, sebagian besar kebakaran sebenarnya dapat dicegah. Banyak kejadian berawal dari aktivitas yang dianggap sepele, seperti membakar sampah, membersihkan lahan dengan cara dibakar, atau membuang puntung rokok yang masih menyala di area berumput kering. Dalam kondisi kemarau, percikan api sekecil apa pun dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Berdasarkan siaran pers perkembangan iklim BMKG DIY (20 Juli 2026), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, sementara musim kemarau baru berakhir pada dasarian I–II November 2026. Kondisi kemarau tahun ini juga diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi tersebut menuntut kewaspadaan seluruh masyarakat. Data Pusdalops PB BPBD DIY hingga 29 Juli 2026 mencatat 22 kejadian kebakaran lahan dan hutan di D.I. Yogyakarta, dengan rincian Kulon Progo 9 kejadian, Gunungkidul 7 kejadian, Bantul 4 kejadian, dan Sleman 2 kejadian. Selain itu, tercatat 17 kejadian kebakaran bangunan yang sebagian dipicu oleh korsleting listrik, pembakaran sampah, tungku, lilin, hingga perapian. Khusus kebakaran lahan, penyebab yang paling sering ditemukan adalah pembakaran sampah atau sisa daun kering yang merembet ke area sekitar. Melihat kondisi tersebut, pencegahan menjadi langkah yang jauh lebih efektif daripada penanganan. Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, di antaranya tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghindari pembakaran sampah saat musim kemarau, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat beraktivitas di lahan terbuka, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang. Selain itu, apabila menemukan asap atau titik api, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat setempat. Penanganan pada tahap awal sering kali menjadi penentu keberhasilan mencegah api meluas. Mencegah kebakaran bukan semata-mata tugas pemerintah atau petugas pemadam kebakaran. Peran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan tetap aman. Mengingatkan keluarga, tetangga, maupun rekan kerja agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran merupakan bentuk kepedulian yang dapat memberikan dampak besar. Menjaga hutan dan lahan berarti menjaga kualitas udara, kelestarian ekosistem, serta keselamatan bersama. Dengan meningkatkan kesadaran dan membiasakan perilaku yang aman selama musim kemarau, setiap orang dapat berkontribusi mencegah kebakaran sebelum api membesar. ...

Detail Berita

Kebutuhan Logistik Saat Bencana: Mengapa Sangat Penting dan Apa Saja yang Dibutuhkan?

Kebutuhan Logistik Saat Bencana: Mengapa Sangat Penting dan Apa Saja yang Dibutuhkan?

Ketika bencana terjadi, kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada proses evakuasi dan penyelamatan korban. Korban terdampak juga membutuhkan berbagai bantuan dasar untuk menjaga keselamatan dan kesehatan hingga kondisi kembali stabil. Bantuan inilah yang dikenal sebagai logistik kebencanaan. Secara sederhana, logistik kebencanaan adalah berbagai barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, terutama pada masa tanggap darurat. Menurut standar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), logistik penanggulangan bencana dikelompokkan menjadi empat kategori utama, yaitu pangan, sandang, papan, dan logistik lainnya.  Kebutuhan pertama yang harus dipenuhi saat bencana adalah pangan. Korban terdampak membutuhkan makanan dan minuman yang aman, bergizi, serta mudah didistribusikan. Bentuk bantuan pangan dapat berupa beras, lauk-pauk, air minum, susu, makanan siap saji, serta bahan makanan pokok lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kebutuhan ini penting untuk memastikan korban tetap memperoleh asupan gizi yang cukup, terutama pada 72 jam pertama setelah bencana terjadi. Selain itu, masyarakat juga memerlukan perlengkapan keluarga seperti alat makan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Di samping pangan, kebutuhan sandang juga tidak kalah penting. Banyak korban bencana harus meninggalkan rumah dengan membawa barang yang sangat terbatas. Oleh karena itu, bantuan berupa pakaian layak pakai, selimut, handuk, perlengkapan ibadah, pakaian dalam, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Bantuan ini membantu penyintas menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak selama berada di pengungsian.  Kebutuhan berikutnya adalah papan atau tempat berlindung sementara. Tenda pengungsian, terpal, matras, tikar, dan kasur lipat diperlukan untuk memberikan perlindungan dari cuaca dan menciptakan lingkungan yang lebih aman serta nyaman di lokasi pengungsian. Selain tiga kategori utama tersebut, terdapat kategori logistik lainnya yang penting dalam mendukung penanganan bencana secara menyeluruh. Logistik lainnya meliputi peralatan medis pendukung, obat-obatan dan alat kesehatan habis pakai, paket pertolongan pertama (P3K), paket kebersihan, kantong jenazah, peralatan dapur keluarga, serta barang lainnya yang dibutuhkan selama masa darurat. Kesiapsiagaan logistik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Setiap keluarga juga dianjurkan memiliki persediaan darurat sederhana yang dapat digunakan setidaknya selama tiga hari pertama setelah bencana. Persediaan tersebut dapat berupa air minum, makanan tahan lama, obat-obatan pribadi, senter, baterai cadangan, dokumen penting, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan khusus anggota keluarga.  Pada akhirnya, logistik bukan sekadar barang bantuan, melainkan bagian penting dari upaya penyelamatan dan perlindungan masyarakat. Semakin baik kesiapan logistik suatu daerah dan keluarga, semakin besar pula kemampuan kita untuk menghadapi bencana dengan aman dan tangguh. ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut