Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 06 Feb 2026,   Jam : 15:51:49 WIB

Magnitudo : 4.2 SR,      Kedalaman : 16 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di laut 22 km Barat Daya Pulau Pagai Utara, Kep. Mentawai

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


Gempa Bumi M6,4 Selatan Pacitan Dirasakan di DIY, Puluhan Titik Infrastruktur Terdampak

Gempa Bumi M6,4 Selatan Pacitan Dirasakan di DIY, Puluhan Titik Infrastruktur Terdampak

Pada hari Jumat, 06 Februari 2026 pukul 01.06.10 WIB terjadi gempa bumi yang berlokasi di 89 KM Selatan Pacitan Jawa Timur dengan magnitudo 6,4 dan kedalaman 10 KM. Dampak gempa dirasakan  di daerah Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kulon Progo dengan skala III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Berdasarkan pantauan Pusdalops BPBD DIY dampak gempa tersebut adalah sebagai berikut (update pukul 13.30 WIB): 1.    Kota Yogyakarta :  Terdampak 2 titik di Kemantren Umbulharjo 1 titik dan Mergangsan 1 titik. Dampaknya Atap rumah rusak di Balai Kampung Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta dan atap rumah roboh di Jl. Menukan Karangkajen MG VII No. 293, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta. 2.    Kabupaten Bantul :  Terdampak 20 titik di 11 kapanewon (Banguntapan 1 titik, Bantul 4 titik, Imogiri 1 titik, Jetis 3 titik, Kasihan 3 tittik, Pajangan 1 titik, Pleret 1 titik, Pundong 1 titik, Sedayu 1 titik, Srandakan 1 titik, dan Bambanglipuro 3 titik).  Dampak meliputi: Rumah Rusak 10 titik, Tempat Ibadah 2 Titik, Fasilitas Pemerintah 5 Titik, Fasilitas Pendidikan 2 Titik, dan Fasilitas Kesehatan 1 Titik Adapun jumlah korban terdampak di wilayah DIY sebanyak 47 orang. Saat ini proses pendataan masih dilakukan. Data bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru. Saat terjadi gempa yang perlu dilakukan : •    Tetap tenang dan jangan panik. Reaksi cepat namun terkontrol sangat penting. •    Lindungi diri dengan prinsip Drop, Cover, and Hold On: Drop: merunduk untuk menjaga keseimbangan. Cover: berlindung di bawah meja atau perabot kokoh. Hold On: pegang erat hingga guncangan berhenti. •    Jauhi kaca, lemari, dan benda yang mudah roboh. •    Jika berada di luar bangunan, menjauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon besar. •    Jika sedang berkendara, hentikan kendaraan di tempat aman dan tetap di dalam mobil. ...

Detail Berita

Cuaca Ekstrem Sebabkan Puluhan Pohon Tumbang, Bantul Dampak Terluas

Cuaca Ekstrem Sebabkan Puluhan Pohon Tumbang, Bantul Dampak Terluas

Yogyakarta, 29 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca pada pukul 12.23 WIB terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kulon Progo dan Sleman. Peringatan dini tersebut kemudian diperbarui pada pukul 13.15 WIB dan 14.16 WIB, dengan wilayah potensi cuaca ekstrem yang meluas hingga seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi cuaca tersebut berdampak pada terjadinya kejadian kebencanaan di sejumlah wilayah DIY. Di Kabupaten Sleman, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan 7 titik kejadian di Kapanewon Gamping dan Godean. Dampak yang tercatat meliputi 7 titik pohon tumbang, 3 titik gangguan akses jalan, 2 titik gangguan jaringan listrik, kerusakan 1 pagar, 1 unit mobil, 1 gardu ronda, serta 2 unit rumah warga yang mengalami kerusakan. Sementara itu, di Kota Yogyakarta, khususnya di wilayah Kemantren Kotagede, tercatat 12 titik kejadian. Dampak yang terjadi berupa 5 titik pohon tumbang, 1 titik gangguan jaringan listrik, serta 7 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang dan hujan lebat. Dampak paling luas terjadi di Kabupaten Bantul dengan 54 titik kejadian yang tersebar di 11 kapanewon, yaitu Banguntapan, Bambanglipuro, Kasihan, Sedayu, Bantul, Kretek, Pandak, Piyungan, Sewon, Sanden, dan Pleret. Kejadian tersebut mengakibatkan 49 titik pohon tumbang, 22 titik akses jalan terganggu, 21 unit rumah rusak, 1 unit mobil, 5 unit sepeda motor, 1 warung atau tempat usaha, 3 titik jaringan listrik, 1 titik jaringan internet, 1 tempat ibadah, serta 1 bangunan pabrik terdampak. Estimasi kerugian material di wilayah ini mencapai sekitar Rp85.500.000,-. Di Kabupaten Kulon Progo, kejadian kebencanaan tercatat di 1 titik di Kapanewon Sentolo dengan dampak berupa 1 titik pohon tumbang dan 1 unit rumah mengalami kerusakan. Adapun di Kabupaten Gunungkidul, hujan lebat mengakibatkan 20 titik kejadian di Kapanewon Panggang dan Girisubo. Dampak yang tercatat meliputi 2 unit kios atau tempat usaha terdampak, 2 unit rumah rusak, serta 17 unit rumah terendam. Estimasi kerugian di wilayah ini mencapai sekitar Rp14.600.000,-. Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur yang terlibat antara lain BPBD, TNI, Polri, PLN, Tagana, PMI, Basarnas, MDMC, KTB, relawan, pemerintah kalurahan, komunitas kebencanaan, dan masyarakat. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen lapangan, penanganan darurat, pemotongan pohon tumbang, serta koordinasi lintas sektor. Data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan pembaruan di lapangan. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, dalam tiga hari ke depan wilayah DIY masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, dengan peluang hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal, terutama pada siang hingga sore hari. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan lingkungan sekitar, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem. ...

Detail Berita

Gempa Bumi M4,5 Guncang Wilayah Bantul dan Sekitarnya

Gempa Bumi M4,5 Guncang Wilayah Bantul dan Sekitarnya

Wilayah Kabupaten Bantul dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 13.15 WIB. Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M4,5. BMKG menjelaskan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur, atau tepatnya berada di darat pada jarak sekitar 16 kilometer arah timur Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kedalaman 11 kilometer. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Opak. Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di DIY dan sekitarnya. Di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, serta wilayah Klaten, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata di dalam rumah seperti adanya truk bermuatan melintas. Sementara itu, di wilayah Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, berupa getaran ringan yang dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BPBD DIY melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota di wilayah DIY. BPBD Kabupaten Gunungkidul mencatat terdapat dampak gempa bumi di Kapanewon Gedangsari (4 titik), Playen (1 titik) dan Nglipar (6 titik). Dampak tersebut yaitu 11 bangunan rusak ringan dengan rincian 2 fasilitas umum, 8 rumah hunian, 1 tempat ibadah, dan 1 fasilitas pemerintah. Dengan taksiran kerusakan sebesar Rp 5.000.000.-. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait kegempaan. Berikut tips kesiapsiagaan gempa bumi: Saat terjadi gempa Tetap tenang, jangan panik Jika di dalam ruangan, menunduk, berlindung di bawah meja atau struktur kuat Jauhi kaca, lemari dan benda berat yang berpotensi jatuh Dika di luar ruangan, menjauhlah dari bangunan, tiang listrik dan pohon Jika sedang berkendara, hentikan kendaraan di tempat aman Setelah gempa Periksa diri dan keluarga dari kemungkinan luka Cek kondisi bangunan, apakah ada retakan atau runtuhan Keluar dari bangunan secara tertib jika dirasa tidak aman Waspadai gempa susulan Ikuti informasi resmi dari BMKG untuk meminimalisir hoaks ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut