Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 10 Okt 2026,   Jam : 19:28:18 WIB

Magnitudo : 4.0 SR,      Kedalaman : 9 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di laut 50 km selatan Aceh Singkil

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


BPBD DIY Salurkan Bantuan Logistik untuk Wilayah Kulon Progo

BPBD DIY Salurkan Bantuan Logistik untuk Wilayah Kulon Progo

Yogyakarta – BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan bantuan logistik permakanan dan lampu lentera darurat kepada BPBD Kabupaten Kulon Progo pada Jumat, 9 Oktober 2026. Bantuan ini diberikan untuk mendukung penanganan bencana yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kulon Progo. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan BPBD Kabupaten Kulon Progo seiring dengan masih berlangsungnya upaya penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, sementara persediaan logistik permakanan di BPBD Kabupaten Kulon Progo semakin menipis. Adapun bantuan yang disalurkan berupa 59 paket logistik permakanan dan 22 unit lampu lentera darurat (emergency). Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar serta membantu memenuhi kebutuhan penerangan bagi masyarakat terdampak. Melalui penyaluran bantuan ini, BPBD DIY terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan BPBD kabupaten dalam penanganan bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak serta meningkatkan efektivitas penanganan kekeringan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.   #BPBDDIY #BPBDKulonProgo #PenanggulanganBencana #LogistikKebencanaan #SiapUntukSelamat ...

Detail Berita

BPBD DIY Latih Personel Pusdalops Sleman Gunakan Aplikasi PAMOR

BPBD DIY Latih Personel Pusdalops Sleman Gunakan Aplikasi PAMOR

Yogyakarta, 08 Oktober 2026 – BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan kegiatan Mobilisasi Personil Pusdalops dengan tema penggunaan aplikasi PAMOR dalam pendataan, pelaporan, dan penanganan kebencanaan di kabupaten/kota, Kamis (8/10/2026). Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Posko Utama BPBD Kabupaten Sleman, Jalan Kaliurang Nomor 17, Pakem, Sleman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi antara BPBD DIY dan BPBD kabupaten/kota, sekaligus mendorong percepatan pengumpulan dan penyampaian data kejadian bencana melalui aplikasi PAMOR (Portal Data, Manajemen Operasi, dan Respon). Dalam kegiatan tersebut, personel Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman mendapatkan pengenalan serta pelatihan penggunaan aplikasi PAMOR. Materi meliputi pembuatan akun petugas dan tata cara memasukkan data kejadian bencana ke dalam sistem. Yusuf Toto Purwoko selaku Ketua Tim Penanganan Darurat Bencana BPBD Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman saat ini menghadapi sejumlah tantangan kebencanaan, terutama kekeringan dan kebakaran, baik kebakaran lahan maupun bangunan. Menurutnya, kebutuhan distribusi air bersih pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi diperlukan solusi jangka panjang. BPBD Kabupaten Sleman juga tengah mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pembangunan sumur dalam. Upaya pemenuhan air juga menyasar sekolah melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan, PDAM, dan pihak terkait. Ia berharap data kebencanaan antara BPBD DIY dan BPBD kabupaten/kota semakin sinkron sehingga penanganan bencana dapat berjalan lebih optimal. Sementara itu, perwakilan Pusdalops BPBD DIY, Meysita Normasari, menyampaikan bahwa kegiatan mobilisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat koordinasi serta mendorong pemanfaatan PAMOR oleh BPBD kabupaten/kota. Aplikasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi kebencanaan bagi organisasi perangkat daerah (OPD), mahasiswa, dan masyarakat yang membutuhkan data. Dalam sesi pelatihan, peserta juga menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan aplikasi, antara lain kebutuhan penyaringan data untuk mendukung penentuan bantuan serta penambahan petunjuk pengisian agar data yang dimasukkan dapat tersimpan dengan benar. Pemanfaatan PAMOR diharapkan dapat memudahkan pemantauan kejadian bencana dan memperlancar pertukaran informasi antarinstansi. Dengan data yang semakin terintegrasi, koordinasi dalam menentukan langkah penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif. Ke depan, BPBD DIY mendorong instansi terkait untuk turut memanfaatkan PAMOR sehingga informasi kebencanaan dapat dipantau bersama dan mendukung pengambilan keputusan saat dibutuhkan. Melalui kegiatan ini, sinergi antara BPBD DIY dan BPBD kabupaten/kota diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pendataan dan pelaporan kejadian bencana yang lebih tertib, akurat, dan terintegrasi.   ...

Detail Berita

Kebakaran Bangunan: Langkah Aman yang Perlu Dilakukan

Kebakaran Bangunan: Langkah Aman yang Perlu Dilakukan

Kebakaran dapat terjadi kapan saja, baik di rumah, sekolah, perkantoran, maupun tempat umum. Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan instalasi listrik, penggunaan stopkontak yang berlebihan, kebocoran gas, hingga kelalaian saat menggunakan sumber api. Ketika kebakaran terjadi, api dan asap dapat menyebar dengan cepat sehingga mengancam keselamatan penghuni maupun orang-orang di sekitarnya. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui langkah yang tepat saat menghadapi kebakaran. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan diri dan mengurangi risiko jatuhnya korban. 1. Tetap tenang dan segera beri peringatan Begitu mengetahui adanya kebakaran, segera peringatkan orang-orang di sekitar dengan berteriak atau mengaktifkan alarm kebakaran jika tersedia. Jangan menunggu api membesar. Segera tinggalkan bangunan melalui jalur evakuasi yang aman. Utamakan keselamatan diri dan bantu anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta orang lain yang membutuhkan pertolongan jika memungkinkan tanpa membahayakan diri sendiri. 2. Perhatikan kondisi pintu dan jalur evakuasi Sebelum membuka pintu, periksa apakah terdapat asap yang keluar dari celah pintu. Sentuh pintu dan gagangnya dengan punggung tangan secara hati-hati. Jika terasa panas atau terlihat asap keluar dari celahnya, jangan membuka pintu tersebut. Cari jalur keluar lain yang aman. Jika asap memenuhi ruangan, bergeraklah serendah mungkin menuju pintu keluar karena asap dan gas berbahaya cenderung terkumpul di bagian atas ruangan. Jangan berhenti untuk mengambil barang berharga. 3. Gunakan tangga darurat, bukan lift Saat kebakaran terjadi di gedung bertingkat, gunakan tangga darurat yang aman dan ikuti petunjuk evakuasi. Jangan menggunakan lift karena dapat berhenti beroperasi atau membawa penghuni ke area yang berbahaya. Setelah keluar dari bangunan, segera menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Jangan kembali masuk untuk mengambil barang atau mencari orang yang tertinggal. Sampaikan informasi mengenai orang yang diduga masih berada di dalam kepada petugas pemadam kebakaran. 4. Jangan memaksakan diri memadamkan api Pemadaman mandiri hanya dapat dilakukan apabila api masih kecil, jalur keluar tetap aman, dan tersedia alat pemadam api ringan (APAR) yang sesuai serta dapat digunakan dengan benar. Jika api membesar, asap semakin tebal, atau jalur evakuasi mulai terancam, segera tinggalkan lokasi. Jangan mempertaruhkan keselamatan demi memadamkan api. Hindari menyiram kebakaran yang melibatkan instalasi listrik dengan air karena dapat menimbulkan risiko sengatan listrik. 5. Hubungi petugas pemadam kebakaran Setelah berada di tempat aman, segera hubungi layanan pemadam kebakaran setempat. Sampaikan alamat lokasi secara lengkap, titik kebakaran, kondisi bangunan, serta informasi mengenai kemungkinan adanya orang yang masih terjebak. Berikan informasi dengan jelas agar petugas dapat segera menuju lokasi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan. 6. Jangan kembali ke bangunan sebelum dinyatakan aman Setelah api berhasil dipadamkan, bukan berarti bangunan langsung aman untuk dimasuki. Masih terdapat kemungkinan bahaya dari struktur bangunan yang melemah, instalasi listrik yang rusak, maupun titik api yang belum sepenuhnya padam. Tunggu arahan petugas sebelum memasuki kembali bangunan. Jika terdapat korban yang mengalami luka atau gangguan pernapasan akibat asap, segera minta bantuan medis. Kenali jalur evakuasi sebelum terjadi kebakaran Keselamatan saat kebakaran tidak hanya ditentukan oleh tindakan ketika kejadian berlangsung, tetapi juga oleh kesiapsiagaan sebelumnya. Kenali pintu keluar, tangga darurat, lokasi APAR, alarm kebakaran, dan titik kumpul di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja. Pastikan jalur evakuasi tidak terhalang barang dan dapat digunakan sewaktu-waktu. Kebakaran dapat berkembang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, jangan panik, segera evakuasi ketika ada tanda bahaya, dan utamakan keselamatan jiwa daripada harta benda. ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut