Yogyakarta – Kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi Flores terus dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY, bantuan biaya hidup atau living cost disalurkan kepada 367 mahasiswa asal NTT yang saat ini tinggal dan menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Bantuan senilai Rp146.800.000 tersebut merupakan hasil kerja sama Pemda DIY, BAZNAS DIY, dan BPBD DIY. Penyaluran dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (19–20/09/2026), bertempat di Posko Peduli Bencana NTT di Babarsari, Yogyakarta.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari mahasiswa selama menjalani masa pemulihan akibat dampak gempa, sekaligus mendukung mereka agar tetap dapat menjalankan aktivitas perkuliahan di Yogyakarta.
Sesepuh NTT di Yogyakarta, Moris, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons Pemda DIY terhadap kondisi mahasiswa terdampak gempa di Flores.
“Kami mengapresiasi Pemerintah DIY yang telah merespons kejadian gempa di Flores. Harapannya, bantuan ini bisa tepat sasaran dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Proses penyaluran berlangsung tertib dan kondusif. Kehadiran bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan bersama bagi mahasiswa terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama situasi pemulihan.
Sementara itu, Posko Peduli Bencana NTT DIY masih terus berjalan sebagai ruang koordinasi dan dukungan bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa. Keberadaan posko diharapkan dapat memudahkan koordinasi berbagai bentuk bantuan sekaligus memastikan kebutuhan mahasiswa tetap terpantau.
Dukungan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan penanganan kondisi di wilayah terdampak, tetapi juga memastikan mereka yang berada jauh dari daerah asal tetap mendapatkan perhatian dan dukungan untuk melanjutkan kehidupannya.

0 Komentar