Yogyakarta, 15 Oktober 2026. BPBD DIY bersama relawan dan berbagai unsur terkait melaksanakan kegiatan eksplorasi pengangkatan air dari sungai bawah tanah Goa Cekelan, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, pada 13–15 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air lokal guna mendukung kemandirian masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai dari instalasi peralatan hingga pengujian pompa untuk mengalirkan air dari dalam Goa Cekelan menuju titik penampungan. Pada Kamis (15/10), kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan ulang pompa submersible dan instalasi listrik, perapian selang pipa HDPE, serta penyambungan pipa sepanjang 50 meter menuju kawasan Gunung Batur.
Dalam prosesnya, tim menemukan kendala teknis pada pompa yang sebelumnya terpasang. Untuk mengatasinya, dilakukan penggantian pompa dan control box. Setelah pemasangan, tim melaksanakan uji coba dan hasilnya pompa dapat berfungsi dengan baik. Air berhasil dialirkan dari dalam Goa Cekelan menuju titik penampungan sementara yang menggunakan terpal.
Meski demikian, pengaliran air dari penampungan sementara menuju penampungan atas di Gunung Batur masih memerlukan pemasangan pompa lanjutan. Pemeriksaan debit air dan pengecekan instalasi listrik juga belum dilaksanakan sehingga masih diperlukan tahapan lanjutan untuk memastikan sistem pengangkatan air dapat berfungsi secara optimal.
Kegiatan pada hari terakhir, sebanyak 25 personel mengikuti pengarahan, dengan dukungan peralatan berupa pompa submersible, pipa HDPE, instalasi listrik, peralatan vertical rescue, alat pelindung diri (APD), perlengkapan pertolongan pertama, serta sarana pendukung lainnya.
Sebanyak 11 unsur terlibat dalam kegiatan ini, yaitu TRC BPBD DIY, TAGANA Gunungkidul, SAVE RESCUE Indonesia, Relawan ABHINAYA Bantul, Relawan Pacarejo, RAPI Gunungkidul, SAR DIY, Kombi, Kompak, Koramil Tepus, dan Babinsa Purwodadi.
Kolaborasi ini menjadi wujud semangat gotong royong dalam mengupayakan pemanfaatan sumber daya air yang tersedia di wilayah setempat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan potensi sungai bawah tanah Goa Cekelan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi musim kemarau.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pengurangan risiko kekeringan melalui penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya air lokal.
Bergerak bersama, berdaya bersama, untuk kemandirian masyarakat dalam menghadapi kekeringan.

0 Komentar