Melihat api, naluri pertama yang muncul biasanya mencari air. Cara tersebut memang efektif untuk beberapa jenis kebakaran, tetapi bisa menjadi kesalahan ketika bahan yang terbakar adalah bensin. Menyiram kebakaran bensin dengan air justru dapat membuat api menyebar lebih luas.
Bensin termasuk cairan yang mudah terbakar dan masuk dalam klasifikasi kebakaran kelas B. Sifat fisiknya menjadi salah satu alasan air tidak tepat digunakan untuk memadamkannya. Bensin memiliki massa jenis sekitar 0,72–0,76 g/cm³ (720–760 kg/m³), sedangkan air memiliki massa jenis sekitar 1 g/cm³ (1.000 kg/m³). Bensin juga tidak bercampur dengan air sehingga cenderung berada di atas permukaan air.
Bayangkan bensin yang tumpah di lantai kemudian terbakar. Air yang disiramkan tidak akan menghilangkan bensin tersebut. Air justru dapat mengalir dan mendorong bensin ke area lain. Bensin yang berpindah tersebut tetap dapat terbakar sehingga api yang semula berada di satu titik dapat menyebar mengikuti aliran bahan bakar. OSHA secara khusus memperingatkan bahwa pancaran air biasa dapat menyebarkan kebakaran cairan mudah terbakar.
Bahaya lain berasal dari uap bensin. Bensin mudah menguap dan uapnya dapat bercampur dengan udara membentuk campuran yang mudah terbakar. Uap tersebut dapat bergerak dari lokasi tumpahan dan tersulut ketika bertemu sumber penyalaan. Artinya, sumber bahaya tidak hanya berada pada bensin yang terlihat terbakar, tetapi juga pada uap yang berada di sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat kebakaran bensin membutuhkan media pemadam yang berbeda dari kebakaran benda padat seperti kayu, kertas, atau kain. APAR yang memiliki klasifikasi B dapat digunakan untuk kebakaran cairan mudah terbakar. Jenis media yang dapat digunakan antara lain dry chemical, karbon dioksida (CO₂), dan foam, sesuai dengan peruntukan dan klasifikasi alat pemadamnya.
Penggunaan APAR juga bukan berarti setiap kebakaran bensin harus langsung dilawan. Pemadaman hanya layak dilakukan ketika api masih kecil dan terkendali, pengguna mengetahui cara mengoperasikan alat, asap tidak membahayakan, serta tersedia jalur keluar yang aman. USFA menyarankan memastikan orang lain telah diperingatkan dan pemadam kebakaran telah dihubungi sebelum mencoba menggunakan APAR.
Kebakaran bensin dapat berkembang cepat karena melibatkan cairan dan uap yang mudah terbakar. Mengenali bahan yang terbakar menjadi langkah penting sebelum menentukan tindakan pemadaman. Air memang menjadi media pemadam yang sangat dikenal, tetapi pada kebakaran bensin, menyiramkan air justru dapat memperluas masalah.

0 Komentar