Yogyakarta, 21 September 2026. Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memberikan dukungan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi dan sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Dukungan tersebut disalurkan dalam bentuk bantuan pangan dan biaya hidup.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan mahasiswa, Pemda DIY melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY didampingi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyalurkan bantuan beras sebanyak 3.303 kg kepada 367 mahasiswa asal NTT. Bantuan diberikan dalam dua tahap, yaitu pada 19 Agustus dan 21 September 2026 di Posko Peduli Bencana NTT DIY di Babarsari, Sleman, yang kemudian akan disalurkan ke masing-masing mahasiswa.
Dukungan berikutnya berupa bantuan biaya hidup (living cost) senilai Rp146.800.000 kepada 367 mahasiswa terdampak gempa. Penyaluran dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 19–20 September 2026, langsung pada mahasiswa terdampak di Posko Peduli Bencana NTT DIY bekerja sama dengan BAZNAS DIY dan BPBD DIY. Selain bantuan beras dan biaya hidup, bantuan masker dari BPBD DIY untuk NTT juga disalurkan melalui posko sebagai bagian dari dukungan bagi masyarakat terdampak.
Bapak Moris Sarumaha, sesepuh masyarakat NTT di Yogyakarta, mengapresiasi respon Pemerintah DIY terhadap kondisi mahasiswa terdampak, “Kami mengapresiasi Pemerintah DIY yang telah merespon kejadian gempa di Flores. Harapannya, bantuan ini bisa tepat sasaran dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.”
Selain menjadi penghimpun informasi dan lokasi penyaluran bantuan, Posko Peduli Bencana NTT DIY terus berfungsi sebagai ruang koordinasi antara mahasiswa, masyarakat NTT di Yogyakarta, pemerintah, dan pihak-pihak yang memberikan dukungan. Rangkaian bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemda DIY untuk membantu mahasiswa terdampak memenuhi kebutuhan selama berada di Yogyakarta dan tetap melanjutkan pendidikan.

0 Komentar