Yogyakarta – Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlu meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan DIY.
Informasi tersebut berlaku mulai 22 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 25 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Artinya, selama periode tersebut, kondisi laut di perairan selatan DIY berpotensi mengalami gelombang yang cukup tinggi sehingga perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.
Dalam informasi BMKG, Samudra Hindia selatan DIY termasuk wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5–4 meter.
Kondisi ini berkaitan dengan pola angin di wilayah Indonesia. BMKG mencatat angin di selatan ekuator bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 4–25 knot. Kecepatan angin tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi gelombang di laut.
Bagi masyarakat yang berada di daratan, informasi ini tidak perlu disikapi dengan panik. Namun, bagi masyarakat yang melakukan aktivitas langsung di laut, informasi gelombang tinggi perlu menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk beraktivitas.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Potensi gelombang tinggi terutama perlu diperhatikan oleh masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran, antara lain:
nelayan;
pengemudi atau operator kapal;
pekerja di laut;
pengguna kapal penyeberangan atau transportasi laut;
serta masyarakat yang melakukan aktivitas lain di perairan.
BMKG memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan pelayaran. Pada kondisi gelombang 2,5 meter, misalnya, risiko terhadap keselamatan kapal feri mulai perlu diperhatikan ketika kecepatan angin mencapai 21 knot.
Untuk perahu nelayan, BMKG mencantumkan risiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara untuk kapal tongkang, perhatian diberikan ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Salah satu hal penting dalam menghadapi peringatan dini adalah memahami bahwa laut yang terlihat tenang dari daratan belum tentu menunjukkan kondisi yang sama di tengah laut.
Oleh karena itu, masyarakat yang akan melakukan aktivitas di perairan sebaiknya tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung, tetapi juga mengecek informasi cuaca dan gelombang dari sumber resmi.
Peringatan Dini untuk Mengambil Keputusan Lebih Awal
Peringatan dini bukan berarti bencana pasti terjadi. Peringatan dini merupakan informasi untuk membantu masyarakat mengenali potensi bahaya dan mengambil keputusan sebelum risiko menjadi lebih besar.
Untuk masyarakat pesisir DIY, informasi gelombang tinggi ini menjadi pengingat untuk selalu memperhatikan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas.
Kenali informasinya. Pahami risikonya. Sesuaikan aktivitas dengan kondisi laut. Jangan memaksakan diri ketika kondisi tidak memungkinkan.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.

0 Komentar