Yogyakarta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengingatkan pentingnya literasi informasi kebencanaan kepada para pelajar dalam kegiatan pelatihan tanggap bencana di SMA Negeri 1 Piyungan, Kabupaten Bantul, Senin, 18 Mei 2026.
Dalam kegiatan yang merupakan bagian dari program InJourney Community Care tersebut, peserta mendapat edukasi mengenai cara memilah informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Penelaah Teknis Kebijakan BPBD DIY, Fadri Mustofa, menekankan bahwa informasi terkait gempa bumi sering kali disertai isu prediksi dan kabar tidak benar yang dapat memicu kepanikan masyarakat.
Menurut Fadri, masyarakat perlu memahami bahwa hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti. Informasi mengenai potensi gempa berbeda dengan prediksi waktu kejadian.
“Potensi gempa dapat dipelajari berdasarkan data dan peta sesar aktif, tetapi waktu terjadinya gempa belum dapat dipastikan,” jelasnya.
Ia mengajak para pelajar untuk membiasakan memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkannya kembali di media sosial. Peserta juga diarahkan untuk mengikuti kanal resmi pemerintah seperti BPBD DIY dan BMKG guna memperoleh informasi kebencanaan yang valid dan terpercaya.
Edukasi ini dinilai penting karena generasi muda menjadi kelompok yang sangat dekat dengan arus informasi digital. Kemampuan menyaring informasi yang benar menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Selain membahas hoaks kebencanaan, pelatihan juga diisi dengan simulasi evakuasi gempa bumi dan pengenalan langkah-langkah keselamatan dasar saat terjadi gempa.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD DIY berharap pelajar tidak hanya memahami mitigasi bencana secara teknis, tetapi juga memiliki literasi digital yang baik dalam menghadapi informasi kebencanaan.(fm)

0 Komentar