Yogyakarta, 05 Mei 2026. Perubahan iklim yang semakin tidak menentu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi El Nino yang diprediksi terjadi pada 2027 mendorong berbagai pihak di DIY untuk memperkuat kolaborasi sejak dini. Kesadaran inilah yang menjadi semangat dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Antisipasi Potensi El Nino yang digelar BPBD DIY pada Selasa (05/05).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes tersebut menghadirkan berbagai unsur strategis, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Damkar, hingga pemangku kepentingan terkait lainnya. Materi mengenai prediksi iklim dan potensi El Nino disampaikan oleh PMG Ahli Madya Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Dr. Aristya Ardhitama, M.Si., sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi berbasis data dan kondisi iklim terkini. Hadir pula Kasrem Makorem Kol. Inf. Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han dan Kasi Operasional Polda DIY AKP Arif Subakdo, S.H., M.A.P yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla.
Melalui rapat koordinasi ini, BPBD DIY bersama seluruh unsur terkait berupaya menyamakan persepsi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang. Kesiapsiagaan tidak hanya dimaknai sebagai respons saat bencana terjadi, tetapi juga upaya membangun sistem yang tangguh melalui koordinasi, pemetaan risiko, dan edukasi sejak awal. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan DIY semakin siap menghadapi ancaman karhutla dan dampak El Nino, karena kesiapan hari ini menjadi kunci keselamatan di masa depan.
0 Komentar