Yogyakarta, 07 Mei 2026. Di tengah aktivitas Gunung Merapi yang masih berada pada Level III (Siaga), kehidupan masyarakat di lereng Merapi tetap berjalan seperti biasa. Namun di balik aktivitas sehari-hari tersebut, berbagai unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat terus memperkuat kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi erupsi. Komitmen itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Potensi Erupsi Gunung Merapi Tahun 2026 yang digelar BPBD DIY pada Kamis (07/05) di Ruang Rapat B BPBD DIY bersama BPPTKG, BPBD Sleman, SAR DIY, pemerintah kalurahan kawasan rawan bencana (KRB), serta instansi terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, BPPTKG menyampaikan bahwa aktivitas Merapi masih menunjukkan intensitas kegempaan dan guguran yang cukup tinggi. Pemantauan dilakukan secara intensif melalui berbagai metode seperti pengamatan visual, radar deformasi, kamera pemantau, drone thermal, hingga sensor seismik untuk memastikan perkembangan aktivitas gunung dapat terdeteksi secara cepat dan akurat. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang karena aktivitas erupsi saat ini masih dalam karakter erupsi efusif yang bahayanya dapat dipantau dan diperkirakan. Pemerintah juga terus mengoptimalkan sistem peringatan dini dan penyebaran informasi agar masyarakat dapat merespons dengan cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas Merapi.
Selain pemantauan gunung, kesiapan di tingkat masyarakat juga menjadi perhatian utama. Pemerintah kalurahan di kawasan KRB melaporkan kesiapan barak pengungsian, logistik, jalur evakuasi, hingga simulasi kebencanaan yang rutin dilakukan setiap tahun. Perlindungan kelompok rentan dan penanganan ternak warga turut menjadi bagian penting dalam skenario evakuasi. Kepala Pelaksana BPBD DIY menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar menghadapi bencana, tetapi memastikan masyarakat tetap merasa aman dan mampu menjalani aktivitas dengan tenang. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam membangun ketangguhan menghadapi potensi erupsi Gunung Merapi.

0 Komentar