Yogyakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Buletin Informasi Iklim edisi Agustus 2025 merilis prakiraan musim hujan untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan laut, curah hujan pada periode September hingga November 2025 diprediksi berada pada kategori Atas Normal (AN) atau lebih tinggi dari rata-rata tahunan.
Kepala Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta, Reni Kraningtyas, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa DIY akan memasuki musim hujan secara bertahap pada September 2025, dengan puncak intensitas hujan terjadi pada Oktober hingga November.
“Curah hujan diprakirakan terus meningkat pada Oktober hingga November, dengan potensi hujan tinggi hingga lebih dari 500 mm di beberapa wilayah. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan genangan,” ujarnya.
Prakiraan Curah Hujan
- September 2025: 51 – 300 mm, seluruh wilayah DIY diprediksi mengalami hujan Atas Normal.
- Oktober 2025: 201 – 500 mm, sifat hujan Atas Normal.
- November 2025: 201 – >500 mm, dengan sifat hujan Atas Normal.
Potensi Dampak
Dengan prediksi tersebut, BMKG mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi, di antaranya:
- Banjir dan genangan air di kawasan dataran rendah.
- Tanah longsor di wilayah perbukitan, terutama Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman bagian utara.
- Gangguan aktivitas pertanian akibat kelebihan air.
- Risiko kecelakaan lalu lintas karena jalan licin dan genangan.
Imbauan BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
“Kami mengharapkan seluruh elemen masyarakat, petani, maupun pemerintah daerah dapat menggunakan informasi prakiraan ini sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipasi. Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan,” tambah Reni Kraningtyas.
Langkah Antisipasi yang Disarankan
- Membersihkan saluran air dan got agar tidak tersumbat.
- Mengamankan dokumen penting di tempat kedap air.
- Menghindari aktivitas di daerah rawan longsor saat hujan lebat.
- Menyesuaikan pola tanam dengan prediksi curah hujan dan memperkuat drainase lahan pertanian.
- Pemerintah daerah diminta menyiapkan posko siaga, memeriksa infrastruktur pengendali banjir, serta melakukan sosialisasi dan simulasi evakuasi bencana.
Dengan meningkatnya intensitas hujan pada September hingga November 2025, BMKG menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dan pemerintah dalam mengantisipasi potensi bencana. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi BMKG Stasiun Klimatologi DIY atau kanal informasi cuaca dan iklim BMKG.
0 Komentar