Yogyakarta, 10 April 2026. BPBD DIY bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY, Ketua FPRB DIY, perwakilan OPD terkait, organisasi non-pemerintah (NGO), serta berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.
Peringatan HKB yang jatuh setiap tanggal 26 April merupakan agenda nasional yang secara rutin dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko bencana di sekitarnya, sekaligus mendorong budaya sadar bencana yang berkelanjutan, khususnya di wilayah DIY yang memiliki kerentanan multi-bencana.
Pada tahun 2026, HKB mengusung tema “Siap untuk Selamat” dengan sub-tema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”. Sementara itu, secara tematik DIY mengangkat refleksi “Dua Dasawarsa Gempa Jogja: Bangkit dan Siaga Bencana”, sebagai pengingat sekaligus pembelajaran dari peristiwa gempa besar yang pernah terjadi.
Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HKB 2026. Konsep yang diusung menitikberatkan pada kampanye publik secara luas dengan prinsip 3E (efektif, efisien, dan ekonomis), serta mendorong keterlibatan aktif seluruh pihak melalui perencanaan yang terukur, baik dari sisi target sasaran maupun dampak kegiatan.
Pelaksanaan HKB DIY 2026 memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana, meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, serta memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan. Selain itu, HKB juga diharapkan mampu mendorong inovasi dan kolaborasi inklusif guna meningkatkan kecepatan respon dan meminimalisir dampak bencana.
Fokus kegiatan tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, budaya, dan pariwisata. Edukasi kebencanaan akan didorong untuk terintegrasi di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pra-sekolah hingga perguruan tinggi. Di sisi lain, pelibatan komunitas budaya, seniman, dan masyarakat lokal juga menjadi strategi penting dalam menyampaikan pesan kesiapsiagaan melalui pendekatan kearifan lokal.
Sektor pariwisata turut menjadi perhatian, dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan di destinasi wisata melalui penguatan sistem peringatan dini, jalur evakuasi yang ramah wisatawan, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha pariwisata dalam menghadapi potensi bencana.
Lebih lanjut, kolaborasi berbasis pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah yang berbasis data dan inovasi teknologi. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat respon darurat sekaligus memperkuat sistem informasi kebencanaan di DIY.
Mengusung sesanti “Digdaya Ngadhepi Bancana”, peringatan HKB di DIY mencerminkan semangat masyarakat yang tangguh dan berdaya dalam menghadapi bencana. Nilai gotong royong, kolaborasi, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kearifan lokal menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan daerah.
Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi secara optimal, sehingga peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat DIY dalam menghadapi bencana.
#BPBDDIY #FPRBDIY #HariKesiapsiagaanBencana #HKB2026

0 Komentar