Hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di DIY pada 20 Mei 2026 sekitar pukul 13.35 WIB. Peristiwa cuaca tersebut mengakibatkan kejadian hidrometeorologi yang menimbulkan dampak di beberapa daerah, mulai dari kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga gangguan pada fasilitas umum dan infrastruktur.
Wilayah yang mengalami dampak paling banyak berada di Kota Yogyakarta dengan total 25 titik kejadian yang tersebar di enam kemantren, yakni Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gedongtengen, Ngampilan, dan Tegalrejo. Dampak yang tercatat meliputi kerusakan pada 16 unit rumah, tujuh kejadian pohon tumbang, tiga titik gangguan akses jalan, dua titik gangguan jaringan komunikasi, satu titik jaringan listrik terdampak, kerusakan satu unit tower, satu kendaraan terdampak, serta kerusakan pada satu papan nama atau tempat usaha. Sementara itu, di Kabupaten Kulon Progo terdapat satu titik kejadian di Kapanewon Kalibawang, berupa pohon tumbang yang menimpa sebuah rumah warga.
Sebagai tindak lanjut, tim gabungan melakukan penanganan di lokasi terdampak melalui proses asesmen untuk pendataan dan identifikasi dampak. Selain itu, petugas juga melaksanakan pemotongan serta penanganan pohon tumbang guna membuka akses dan mengurangi potensi bahaya lanjutan. Bantuan berupa pemasangan terpal juga diberikan pada bangunan yang mengalami kerusakan sebagai langkah penanganan darurat sementara.
Berdasarkan analisa perkembangan dinamika atmosfer-laut oleh BMKG untuk 1-2 hari ke depan menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dominan pada siang dan sore hari dapat terjadi di seluruh wilayah DIY bagian Tengah dan Utara.
Saat angin kencang terjadi, keselamatan diri menjadi prioritas utama. Berikut langkah yang perlu dilakukan:
- Segera masuk ke dalam bangunan yang aman dan kokoh.
- Tutup pintu, jendela, serta jauhkan diri dari kaca untuk menghindari pecahan jika tertiup angin.
- Hindari berada di bawah pohon besar, baliho, tiang listrik, tower, atau bangunan yang tampak rapuh.
- Jika sedang berkendara, kurangi kecepatan dan cari tempat aman untuk berhenti. Jangan parkir di bawah pohon atau papan reklame.
- Matikan sementara peralatan listrik yang tidak diperlukan untuk mengurangi risiko korsleting saat cuaca ekstrem.
- Simpan barang di luar rumah yang mudah terbang seperti pot, jemuran, atau spanduk agar tidak membahayakan sekitar.
- Jangan memaksakan aktivitas di luar ruangan ketika angin masih sangat kencang.
- Jika terjadi pohon tumbang atau kabel listrik putus, segera menjauh dan laporkan kepada petugas terkait.
- Pantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan arahan pemerintah setempat.
- Setelah kondisi aman, periksa rumah secara hati-hati terutama bagian atap, kabel listrik, dan saluran air.

0 Komentar