Sebagai salah satu garda terdepan penanganan darurat BPBD DIY, yakni Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang beroperasi 24 jam/7 hari, tampil menonjol dalam Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Acara ini merupakan puncak peringatan 20 Tahun Gempa Jogja yang diselenggarakan bersama Kemenko PMK di Lapangan Garuda Candi Prambanan.
Dalam Peringatan Dua Dasawarsa (20 Tahun) Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah, BPBD DIY tidak hanya hadir untuk mengenang sejarah kelam 2006 silam. Lebih dari itu, mereka memperlihatkan kesiapan nyata kepada publik. Pada sesi Gelar Peralatan, TRC dan Pusdalops memamerkan berbagai instrumen dan kesiapan armada operasional yang dimiliki. Pameran ini menunjukkan bahwa investasi alat dan kesiapan personel memang ditujukan untuk melindungi masyarakat dari potensi ancaman bencana.
Dalam sistem penanggulangan bencana di DIY, TRC dan Pusdalops memegang peranan kunci yang bergerak tanpa mengenal waktu. Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) merupakan jantung sistem informasi kebencanaan. Bekerja 24 jam tanpa henti, unit ini bertugas memantau potensi ancaman, mengolah data, serta menjadi pusat penerus peringatan dini kepada instansi terkait dan masyarakat. Sedangkan TRC (Tim Reaksi Cepat) merupakan pasukan yang selalu bersiaga penuh untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka memiliki tugas berat melakukan kaji cepat, evakuasi korban, serta memberikan rekomendasi penanganan darurat di lokasi bencana.
Apel Kesiapsiagaan yang diinisiasi oleh Kemenko PMK ini mengusung semangat kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Dalam apel tersebut, TRC dan Pusdalops BPBD DIY mengambil bagian sebagai representasi kehadiran pemerintah yang selalu ada dan siaga. Partisipasi ini sekaligus mempertegas 3 pilar yang digaungkan Kemenko PMK pada peringatan ini: Pemahaman risiko bencana sebagai budaya sehari-hari, Semangat gotong royong lintas sektor, dan Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi terintegrasi—di mana Pusdalops menjadi motor penggerak utamanya.
Melalui eksistensi TRC dan Pusdalops yang terus mengawal wilayah DIY selama 24 jam penuh, ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana akan terus terjaga dan semakin kuat.

0 Komentar