Kesadaran bahwa bencana dapat datang kapan saja menjadi pesan kuat yang dibawa dalam Seminar Siaga Bencana bertajuk “Kesiapsiagaan dan Respon Cepat” yang digelar Korps Sukarela (KSR) PMI Unit UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memperluas edukasi kebencanaan hingga ke lingkungan akademik dan membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap potensi ancaman bencana di DIY.
Julianto Wibowo selaku perwakilan BPBD DIY memaparkan kondisi geologis Indonesia yang menempatkan seluruh wilayah nusantara dalam kawasan rawan bencana tinggi, termasuk ancaman dari 13 segmentasi zona megathrust serta aktivitas Gunung Merapi yang terus berlangsung hingga saat ini. Beliau juga mengingatkan kembali tragedi Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 berkekuatan 6,3 SR yang menewaskan 5.048 jiwa dan menyebabkan kerugian materiil hingga Rp 29 triliun sebagai pengingat nyata pentingnya kesiapsiagaan.
Dalam sesi materi, peserta dibekali pemahaman mengenai tiga prinsip dasar bertahan saat bencana — Stay Calm, Quick Response, dan mengikuti jalur evakuasi resmi — sekaligus cara menyiapkan Tas Siaga Bencana dan membaca sistem peringatan dini. BPBD DIY menegaskan bahwa kesiapsiagaan perlu disesuaikan dengan potensi ancaman spesifik di masing-masing wilayah, baik zona gempa, banjir, maupun lereng gunungapi.
Sebagai puncak kegiatan, seminar ditutup dengan sesi simulasi penanganan korban gempabumi secara langsung. Satu orang relawan KSR PMI UIN Sunan Kalijaga berperan sebagai korban terdampak, memperagakan skenario nyata di lapangan. Para peserta dipandu mempraktikkan prosedur penilaian korban, teknik evakuasi aman, serta pertolongan pertama sebelum tenaga medis tiba — menjadikan sesi ini yang paling interaktif dan antusias sepanjang kegiatan.
BPBD DIY berharap seminar ini menjadi titik awal pembangunan budaya siaga bencana yang berkelanjutan di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga. Melalui edukasi dan latihan simulasi, diharapkan setiap mahasiswa dan relawan mampu menjadi agen kesiapsiagaan di komunitas masing-masing serta turut berkontribusi dalam mewujudkan Yogyakarta yang lebih tangguh menghadapi bencana.

0 Komentar