Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin siang hingga sore hari, 12 Januari 2026. Hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Sleman dan kemudian meluas ke seluruh kabupaten/kota di DIY. Kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan berbagai dampak, mulai dari pohon tumbang, gangguan akses jalan, hingga kerusakan jaringan listrik dan bangunan.
Di Kota Yogyakarta, tercatat 2 kejadian pohon tumbang. Lokasi pertama berada di wilayah Tegalrejo, di mana pohon tumbang menimpa angkringan dan menutup akses jalan. Kejadian kedua terjadi di Mantrijeron dengan dampak pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik, PJU, dan Telkom.
Sementara itu di Kabupaten Sleman, dampak cuaca ekstrem cukup luas dan terjadi di delapan kapanewon, yakni Depok, Gamping, Godean, Kalasan, Minggir, Mlati, Ngaglik, dan Ngemplak. Tercatat sebanyak 13 pohon tumbang yang mengakibatkan 6 akses jalan terganggu. Selain itu, terdapat gangguan pada 5 jaringan listrik dan 1 jaringan internet, 1 area pasar malam mengalami kerusakan, serta dampak pada 4 rumah dan 1 unit sepeda motor.
Di Kabupaten Bantul, cuaca ekstrem berdampak pada 23 lokasi yang tersebar di 7 kapanewon, yaitu Sedayu, Pajangan, Srandakan, Pandak, Pleret, Piyungan, dan Bantul. Objek terdampak meliputi 12 unit rumah, 22 titik pohon tumbang, 5 akses jalan terganggu, 4 jaringan listrik, 1 bangunan masjid, serta 1 aliran sungai yang mengalami gangguan akibat material terbawa arus.
Adapun di Kabupaten Gunungkidul, kejadian cuaca ekstrem terjadi di 7 lokasi dalam satu kapanewon, yakni Gedangsari. Dampak yang tercatat antara lain kerusakan pada 2 unit rumah, 1 unit kandang ternak, 1 bangunan balai dusun, 7 titik pohon tumbang, 3 akses jalan terganggu, serta 1 jaringan listrik yang mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Kulon Progo, dampak cuaca ekstrem terjadi di 5 lokasi yang tersebar di 3 kapanewon, yaitu Lendah, Panjatan, dan Wates. Dampak yang ditimbulkan antara lain 1 baliho roboh, 5 pohon tumbang, 3 akses jalan terganggu, 2 jaringan listrik rusak, serta 1 kejadian tanah longsor di wilayah Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, yang mengancam rumah warga di sekitarnya.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kejadian cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin siang hingga sore hari tersebut disebabkan oleh aktivitas awan-awan konvektif. Kondisi ini dipengaruhi oleh bertiupnya angin Monsun Barat, adanya bibit siklon 91W di Samudra Pasifik sebelah utara Papua, serta pusat tekanan rendah di wilayah timur laut Australia. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan terbentuknya pola konvergensi atau pertemuan arus angin di wilayah Jawa–Bali, termasuk DIY, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Kondisi tersebut diperkuat oleh profil kelembapan udara vertikal yang basah serta proses konvektif yang cukup kuat akibat pemanasan matahari pada siang hari. Hal ini mempermudah terbentuknya awan-awan konvektif yang kemudian memicu hujan berintensitas lebat disertai angin kencang di wilayah DIY.
BMKG juga menyampaikan bahwa dalam dua hingga tiga hari ke depan masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Kondisi ini diprakirakan dapat terjadi pada siang, sore, hingga malam hari di seluruh wilayah DIY.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi. Warga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui radio, televisi, maupun media sosial resmi dan terpercaya. Selain itu, masyarakat disarankan menyiapkan tas siaga yang berisi dokumen penting, obat-obatan, alat komunikasi, serta perlengkapan pribadi lainnya.
Barang-barang berharga dan peralatan elektronik sebaiknya diamankan di tempat yang lebih tinggi, serta mematikan aliran listrik guna menghindari risiko korsleting. Masyarakat juga diimbau untuk tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan di wilayah yang tergenang banjir. Apabila kondisi mengharuskan untuk mengungsi, warga diharapkan mengikuti arahan pemerintah setempat dan relawan, tetap menggunakan alas kaki, serta menjaga kebersihan dan kesehatan selama berada di lokasi pengungsian.

0 Komentar