Yogyakarta, 18 Februari 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut, Senin–Rabu (16–18 Februari 2026). Berdasarkan informasi prospek cuaca tiga harian yang disampaikan oleh BMKG untuk periode 14–16 Februari 2026 dan 17–19 Februari 2026, wilayah DIY diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Pantauan Pusdalops BPBD DIY mencatat bahwa hujan yang umumnya terjadi pada siang hingga sore hari tersebut telah menimbulkan berbagai kejadian hidrometeorologi berupa cuaca ekstrem, tanah longsor, dan banjir di Kabupaten Gunungkidul, Sleman, Bantul, Kulon Progo, serta Kota Yogyakarta.
Dampak Kejadian Per Wilayah
Kabupaten Gunungkidul
Kejadian tanah longsor dan banjir terjadi di 11 kapanewon, yakni Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, Panggang, Ngawen, Semanu, Nglipar, dan Semin, dengan total 26 titik lokasi.
Dampak yang tercatat meliputi rumah rusak (33 unit), rumah terancam (2 unit), kendaraan terdampak (2 unit), talud ambrol/longsor (3 titik), drainase (1 titik), pohon tumbang (16 titik), banjir sertaan (1 titik), tebing longsor (1 titik), jembatan (1 titik), jaringan listrik terganggu (8 titik), kandang ternak (1 titik), jaringan internet terganggu (4 titik), aliran sungai (2 titik), serta akses jalan terganggu (8 titik).
Sebanyak 15 KK (31 jiwa) mengungsi. Estimasi kerugian mencapai Rp26.000.000,-. Posko darurat didirikan di Pedukuhan Wonosari, Jurangjero, Kapanewon Ngawen, menyusul longsor Tebing Gunung Gambar sisi utara yang menyebabkan lumpur masuk ke rumah warga.
Kabupaten Sleman
Cuaca ekstrem dan tanah longsor melanda 51 titik lokasi yang tersebar di 11 kapanewon, meliputi Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, Gamping, Berbah, Kalasan, Minggir, dan Moyudan.
Dampak yang ditimbulkan antara lain rumah rusak (38 unit), fasilitas pemerintah (2 titik), pondok pesantren (1 lokasi), kandang ternak (1 unit), akses jalan terganggu (5 titik), jaringan listrik (2 titik), jaringan internet (1 titik), papan reklame roboh (1 titik), pohon tumbang (23 titik), talud longsor (2 titik), tebing longsor (2 titik), satu tempat usaha terdampak, serta papan penunjuk rusak (1 titik).
Kabupaten Kulon Progo
Sebanyak 45 titik kejadian cuaca ekstrem dan tanah longsor terjadi di 9 kapanewon, yaitu Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan, Sentolo, dan Wates.
Dampak meliputi tanah longsor (18 titik), talud rusak (1 titik), akses jalan terganggu (14 titik), kandang ternak (1 titik), pohon tumbang (9 titik), rumah rusak (12 unit), jaringan listrik terganggu (7 titik), halaman terdampak (2 titik), jaringan internet (1 titik), serta irigasi rusak (1 titik).
Kota Yogyakarta
Tanah longsor dan cuaca ekstrem melanda 17 titik lokasi di 8 kemantren, yaitu Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, Mergangsan, Wirobrajan, Umbulharjo, Mantrijeron, dan Danurejan.
Dampak berupa rumah rusak (6 unit), Kantor Kelurahan Wirogunan (1 unit), mobil terdampak (1 unit), rumpun bambu tumbang (1 titik), aliran sungai terdampak (1 titik), pohon tumbang (6 titik), dahan patah (2 titik), akses jalan kampung terganggu (2 titik), tempat usaha (1 titik), jaringan telepon (1 titik), jaringan PJU (1 titik), dan jaringan wifi (1 titik).
Tercatat 4 orang mengalami luka ringan dan 16 jiwa mengungsi.
Kabupaten Bantul
Tanah longsor dan cuaca ekstrem terjadi di 86 titik lokasi yang tersebar di 15 kapanewon, antara lain Kasihan, Sewon, Bantul, Sanden, Pleret, Jetis, Kretek, Imogiri, Banguntapan, Pandak, Srandakan, Dlingo, Pajangan, Piyungan, dan Sedayu.
Dampak yang tercatat meliputi pohon tumbang (71 titik), akses jalan terganggu (24 titik), rumah rusak (37 titik), kandang ternak (3 titik), fasilitas pendidikan (1 titik), fasilitas pemerintah (1 titik), serta kendaraan terdampak (2 unit). Pada kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.
Upaya Penanganan dan Imbauan
Sebagai tindak lanjut, BPBD DIY bersama BPBD kabupaten/kota dan instansi terkait telah melakukan pencatatan dan pendataan kejadian, koordinasi lintas sektor, penyampaian imbauan keselamatan kepada masyarakat, penanganan dan pembersihan lokasi terdampak, penyaluran logistik bantuan, serta pendirian posko darurat di wilayah yang membutuhkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Warga juga diharapkan terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta berkoordinasi dengan pihak kebencanaan setempat.
Catatan: Data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan lapangan.
Sumber: TRC BPBD DIY dan Pusdalops BPBD Kabupaten/Kota.
#salamtangguh #salamsiaga #siapuntukselamat

0 Komentar