Yogyakarta, 13 Februari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD DIY) merilis Infografis Kebencanaan Edisi Februari 2026 yang memuat rekapitulasi kejadian bencana di wilayah DIY sepanjang Januari 2026, dengan pembaruan data hingga 4 Februari 2026. Infografis ini menjadi gambaran kondisi kebencanaan di awal tahun sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat upaya kesiapsiagaan masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang Januari 2026 terjadi lebih dari 170 kejadian kebencanaan di wilayah DIY. Dari keseluruhan kejadian tersebut, tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling dominan dengan 135 kejadian. Selain tanah longsor, juga tercatat 28 kejadian cuaca ekstrem, 3 kejadian banjir, 3 kejadian kebakaran, serta 2 kejadian gempa bumi yang dirasakan. Tingginya curah hujan selama musim penghujan menjadi faktor utama meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
Sebaran kejadian bencana terjadi di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Kabupaten Kulon Progo mencatat jumlah kejadian terbanyak dengan 82 kejadian, disusul Kabupaten Gunungkidul sebanyak 65 kejadian. Selanjutnya, Kota Yogyakarta tercatat mengalami 22 kejadian, Kabupaten Sleman sebanyak 16 kejadian, dan Kabupaten Bantul sebanyak 10 kejadian. Data ini menunjukkan bahwa potensi bencana tersebar merata di seluruh wilayah DIY, dengan konsentrasi kejadian cukup tinggi di wilayah perbukitan dan daerah rawan longsor.
Rangkaian kejadian bencana tersebut menimbulkan dampak yang cukup luas bagi masyarakat. Sepanjang Januari 2026 tercatat 12.401 jiwa terdampak, dengan 2 orang meninggal dunia, 10 orang mengalami luka-luka, serta 1 orang harus mengungsi akibat kejadian bencana. Dampak tidak hanya dirasakan oleh warga, tetapi juga memengaruhi berbagai fasilitas dan infrastruktur pendukung kehidupan sehari-hari.
Dari sisi bangunan dan fasilitas, tercatat 476 unit rumah terdampak, 45 bangunan tergenang, serta 25 tempat usaha mengalami dampak bencana. Selain itu, kejadian bencana juga berdampak pada 17 fasilitas pendidikan, 14 fasilitas ibadah, 19 fasilitas umum, 9 perkantoran, 10 gudang, dan 33 unit kendaraan. Aksesibilitas wilayah turut terganggu akibat terdampaknya 226 titik akses jalan, 5 ruas jalan rusak, serta 70 titik talud dan drainase yang mengalami kerusakan.
Bencana yang terjadi juga menyebabkan gangguan pada sarana prasarana dan utilitas. Sepanjang periode tersebut tercatat 612 kejadian pohon tumbang, gangguan jaringan listrik di 108 titik, jaringan internet di 27 titik, dan jaringan telepon di 8 titik, serta 8 titik aset warga yang terdampak. Secara keseluruhan, taksiran kerusakan material akibat kejadian kebencanaan sepanjang Januari 2026 mencapai sekitar Rp 910.505.100.
Masih dominannya kejadian tanah longsor menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah rawan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, mengenali tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah dan pohon miring, serta segera menjauh dari lokasi berisiko dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi bencana. BPBD DIY terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan menumbuhkan budaya sadar bencana demi mengurangi risiko dan dampak bencana.
Siap untuk Selamat!

0 Komentar