Yogyakarta, 29 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca pada pukul 12.23 WIB terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kulon Progo dan Sleman. Peringatan dini tersebut kemudian diperbarui pada pukul 13.15 WIB dan 14.16 WIB, dengan wilayah potensi cuaca ekstrem yang meluas hingga seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi cuaca tersebut berdampak pada terjadinya kejadian kebencanaan di sejumlah wilayah DIY. Di Kabupaten Sleman, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan 7 titik kejadian di Kapanewon Gamping dan Godean. Dampak yang tercatat meliputi 7 titik pohon tumbang, 3 titik gangguan akses jalan, 2 titik gangguan jaringan listrik, kerusakan 1 pagar, 1 unit mobil, 1 gardu ronda, serta 2 unit rumah warga yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, di Kota Yogyakarta, khususnya di wilayah Kemantren Kotagede, tercatat 12 titik kejadian. Dampak yang terjadi berupa 5 titik pohon tumbang, 1 titik gangguan jaringan listrik, serta 7 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang dan hujan lebat.
Dampak paling luas terjadi di Kabupaten Bantul dengan 54 titik kejadian yang tersebar di 11 kapanewon, yaitu Banguntapan, Bambanglipuro, Kasihan, Sedayu, Bantul, Kretek, Pandak, Piyungan, Sewon, Sanden, dan Pleret. Kejadian tersebut mengakibatkan 49 titik pohon tumbang, 22 titik akses jalan terganggu, 21 unit rumah rusak, 1 unit mobil, 5 unit sepeda motor, 1 warung atau tempat usaha, 3 titik jaringan listrik, 1 titik jaringan internet, 1 tempat ibadah, serta 1 bangunan pabrik terdampak. Estimasi kerugian material di wilayah ini mencapai sekitar Rp85.500.000,-.
Di Kabupaten Kulon Progo, kejadian kebencanaan tercatat di 1 titik di Kapanewon Sentolo dengan dampak berupa 1 titik pohon tumbang dan 1 unit rumah mengalami kerusakan.
Adapun di Kabupaten Gunungkidul, hujan lebat mengakibatkan 20 titik kejadian di Kapanewon Panggang dan Girisubo. Dampak yang tercatat meliputi 2 unit kios atau tempat usaha terdampak, 2 unit rumah rusak, serta 17 unit rumah terendam. Estimasi kerugian di wilayah ini mencapai sekitar Rp14.600.000,-.
Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur yang terlibat antara lain BPBD, TNI, Polri, PLN, Tagana, PMI, Basarnas, MDMC, KTB, relawan, pemerintah kalurahan, komunitas kebencanaan, dan masyarakat. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen lapangan, penanganan darurat, pemotongan pohon tumbang, serta koordinasi lintas sektor. Data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan pembaruan di lapangan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, dalam tiga hari ke depan wilayah DIY masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, dengan peluang hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal, terutama pada siang hingga sore hari. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan lingkungan sekitar, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem.

0 Komentar