Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat sebanyak 354 kejadian bencana sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026 (update data per 3 Maret 2026). Tanah longsor menjadi kejadian yang paling mendominasi dengan total 300 kejadian. Selain itu, tercatat 39 kejadian cuaca ekstrem, 6 banjir luapan, 4 gempa bumi dirasakan, dan 5 kebakaran yang tersebar di seluruh wilayah DIY.
Sebaran kejadian terbanyak berada di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul, disusul Bantul, Sleman, serta Kota Yogyakarta. Rangkaian kejadian tersebut menimbulkan berbagai dampak kerusakan, mulai dari ratusan rumah terdampak, fasilitas pendidikan dan perkantoran mengalami gangguan, infrastruktur jalan dan jaringan listrik terganggu, hingga pohon tumbang di berbagai titik. Selain kerugian material yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, bencana juga berdampak pada keselamatan masyarakat, dengan adanya korban luka, warga terdampak, hingga korban meninggal dunia dan mengungsi.
Melihat tingginya potensi bencana, BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi. Warga diminta rutin memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG, menjaga kebersihan saluran air, tidak membangun atau beraktivitas di area rawan longsor, serta memangkas pohon yang berisiko tumbang. Apabila terjadi kondisi darurat atau ditemukan potensi bahaya, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Kesiapsiagaan dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan DIY semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

0 Komentar