Yogyakarta, 11 Desember 2025. Penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Gempa Bumi di Kawasan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat telah memasuki tahap finalisasi, khususnya pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) identifikasi apabila terjadi gempa bumi. Sebagai bagian dari proses tersebut, dilaksanakan uji coba penerapan SOP melalui simulasi kejadian gempa di lingkungan Kraton pada Kamis (11/12).
Dalam simulasi ini, dilakukan pemetaan wilayah kawasan Kraton yang terbagi menjadi lima zona, yaitu zona utara, selatan, timur, barat, dan tengah. Pembagian zona ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi, memperjelas peran dan tanggung jawab petugas, serta mempercepat proses penanganan apabila terjadi kondisi darurat akibat gempa bumi.
Sejumlah abdi dalem yang bertugas di masing-masing zona dilibatkan secara aktif dalam simulasi. Mereka menjalankan rencana operasi sesuai SOP yang telah disusun, melakukan identifikasi peralatan kesiapsiagaan yang tersedia di pos penjagaan selama bertugas, serta mengkaji potensi pengamanan aset dan dokumen berharga milik Kraton. Selain itu, simulasi juga mencakup skenario pelaporan kepada satuan tugas penanggulangan bencana sebagai dasar tindak lanjut pascabencana.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan di Kawasan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Melalui finalisasi SOP dan pelaksanaan simulasi, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama serta kesiapan yang optimal dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi, sehingga keselamatan manusia, kelestarian aset budaya, dan keberlangsungan aktivitas di kawasan Kraton dapat terjaga dengan baik.
0 Komentar