Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa waktu terakhir memicu berbagai kejadian bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, disertai angin kencang, menyebabkan tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan akses dan kerusakan rumah warga di sejumlah kabupaten dan kota.
Di Kabupaten Gunungkidul, hujan lebat berdurasi lama mengakibatkan tebing di belakang rumah warga longsor pada pukul 03.00 WIB. Kejadian tersebut berlangsung di Bolang RT 05/RW 06, Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus. Longsoran tanah mengancam tiga rumah dengan enam jiwa terdampak. Tagana Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul telah melakukan asesmen di lokasi, menyalurkan bantuan logistik, serta bersama warga melaksanakan kerja bakti untuk mengurangi potensi risiko lanjutan.
Di Kabupaten Kulon Progo, hujan deras disertai angin yang terjadi selama kurang lebih dua jam pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB memicu beberapa kejadian. Tanah longsor terjadi di dua titik, yakni di Kapanewon Samigaluh yang berdampak pada saluran irigasi di tepi jalan provinsi, serta di Kapanewon Girimulyo yang menyebabkan jalan desa tertutup dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Longsor tersebut juga mengancam satu rumah warga dan masih berpotensi terjadi longsor susulan. Selain itu, pohon tumbang terjadi di Kapanewon Kokap dan menimpa rumah warga. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.
Sementara itu di Kabupaten Bantul, longsor tebing terjadi pada pukul 05.00 WIB di wilayah Banjarrejo 2, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo. Longsoran berupa batu akses berukuran besar menutup jalan raya sehingga mengganggu transportasi warga. Penanganan di lokasi memerlukan dukungan alat pemecah batu agar jalur lalu dapat kembali dilalui dengan aman.
Kejadian cuaca ekstrem juga melanda wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta. Berdasarkan data sementara hingga 18 Januari 2026 pukul 00.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sejak sekitar pukul 14.00 WIB menyebabkan 91 titik terdampak di Kabupaten Sleman, khususnya di Kapanewon Pakem dan Cangkringan. Dampak yang tercatat meliputi 65 pohon tumbang, 11 akses jalan terganggu, tiga jaringan listrik rusak, 64 rumah mengalami kerusakan, dua unit mobil rusak, dua pos ronda, serta tiga kandang ternak terdampak.
Di Kota Yogyakarta, kejadian tercatat di enam titik yang tersebar di Kemantren Gedong Tengen, Tegalrejo, dan Gondokusuman. Dampak yang ditimbulkan meliputi satu pohon tumbang, empat kejadian tanah bergerak di tebing dan talud, serta satu rumah tergenang udara.
Penyesalan Cuaca BMKG
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan kondisi cuaca di wilayah DIY pada periode 20–22 Januari 2026 masih berpotensi hujan. Pada tanggal 20 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Sementara itu, tinggi gelombang laut yang diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter dan masuk dalam kategori tinggi.
Pada tanggal 21 dan 22 Januari 2026, potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi tinggi gelombang laut masih sama, yakni berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter dengan kategori tinggi, sehingga perlu kewaspadaan bagi aktivitas di wilayah perairan.
Himbauan
Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Masyarakat juga diharapkan terus memperbarui informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti BPBD, FPRB, dan unsur terkait lainnya guna mengurangi risiko dan dampak bencana.

0 Komentar