Selama periode libur Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan signifikan kejadian bencana hidrometeorologi. Berdasarkan catatan Pusdalops PB BPBD DIY, rangkaian kejadian berlangsung sejak 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 dan tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota, meliputi Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulon Progo, serta Kota Yogyakarta.
Menurut informasi BMKG, peningkatan curah hujan yang cukup masif di akhir tahun 2025 merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis IGGY, yang sebelumnya teridentifikasi sebagai bibit siklon tropis 90S di wilayah Samudra Hindia selatan Pulau Jawa. Kondisi ini memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Pulau Jawa, termasuk DIY, dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir pekan.
Rangkaian Kejadian per Wilayah
Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan kejadian paling banyak selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Pada 26 Desember 2025, tercatat 112 titik kejadian yang melanda 10 kapanewon, yaitu Imogiri, Kasihan, Dlingo, Kretek, Piyungan, Sanden, Pundong, Sedayu, Sewon, dan Srandakan. Dampak yang ditimbulkan didominasi oleh 94 titik pohon tumbang yang menyebabkan 43 titik akses jalan terganggu, disertai 34 unit rumah mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat gangguan jaringan listrik di 18 titik dan jaringan komunikasi di 1 titik, 13 titik tanah longsor, serta 4 titik banjir genangan. Dampak lain yang turut tercatat meliputi kerusakan 5 unit kandang ternak, 4 talud, 1 jembatan, 3 titik makam, 1 fasilitas pendidikan, serta 1 unit tempat usaha.
Kejadian kembali terjadi pada 31 Desember 2025 di Kapanewon Bantul dan Jetis dengan 2 titik kejadian, yang mengakibatkan pohon tumbang dan penutupan akses jalan serta berdampak pada 1 unit tempat usaha. Selanjutnya pada 1 Januari 2026, tercatat 11 titik kejadian di tujuh kapanewon, yaitu Kasihan, Bantul, Sedayu, Piyungan, Banguntapan, Pajangan, dan Imogiri. Dampak yang ditimbulkan berupa 7 titik pohon tumbang, 5 titik akses jalan terdampak, 4 unit rumah rusak, 1 unit kendaraan roda empat tertimpa pohon, 1 unit kandang ternak rusak, serta adanya 4 lokasi gerakan tanah, dua di antaranya berupa longsor.
Di Kabupaten Gunungkidul, pada 26 Desember 2025 tercatat 16 titik kejadian yang tersebar di tujuh kapanewon. Kejadian tersebut menyebabkan 5 titik pohon tumbang, 1 titik tanah longsor, serta 10 titik banjir genangan yang mengakibatkan 3 unit rumah rusak dan 3 unit rumah tergenang. Dampak lainnya meliputi 2 titik akses jalan terdampak, 1 talud rusak, 2 fasilitas pendidikan terdampak, kerusakan 4 unit perahu, serta 28 unit kios dan tempat usaha di kawasan pesisir.
Pada 31 Desember 2025, kejadian di Kabupaten Gunungkidul meningkat menjadi 30 titik, yang berdampak pada 27 unit rumah rusak, penutupan akses jalan, serta kerusakan bangunan ibadah berupa 1 unit masjid akibat longsor pondasi rumah warga. Selanjutnya pada 1 Januari 2026, kejadian kembali meningkat menjadi 36 titik yang tersebar di Wonosari, Playen, Paliyan, Purwosari, dan Tanjungsari. Dampak yang tercatat berupa 31 titik pohon tumbang, 7 titik akses jalan tertutup, 17 unit rumah rusak, gangguan jaringan listrik di 5 titik dan jaringan internet di 1 titik, kerusakan 2 unit kantor, 1 pos ronda, 1 masjid, 1 kios, serta 1 unit kandang ternak. Pada kejadian ini juga dilaporkan 1 orang warga mengalami luka.
Sementara itu, Kabupaten Kulon Progo mencatat 11 titik kejadian pada 27 Desember 2025 yang tersebar di Kapanewon Kokap, Temon, Pengasih, dan Girimulyo. Dampak kejadian didominasi oleh 10 titik tanah longsor dan 2 titik banjir genangan, yang mengakibatkan 75 unit rumah tergenang, 6 unit rumah rusak, kerusakan 1 talud, serta gangguan akses jalan di 4 titik. Selain itu, 1 fasilitas pendidikan turut terdampak. Kejadian susulan pada 31 Desember 2025 tercatat 2 titik kejadian di Kapanewon Temon dan Wates yang menyebabkan 2 titik pohon tumbang, 1 unit rumah terdampak, serta gangguan jaringan listrik di 1 titik. Pada 1 Januari 2026, kembali terjadi 1 titik tanah longsor di Kapanewon Samigaluh yang menimpa 1 unit rumah warga.
Di Kota Yogyakarta, tercatat 1 titik kejadian pada 30 Desember 2025 yang berlokasi di Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan. Kejadian tersebut berupa pohon tumbang yang berdampak pada 1 titik akses jalan, gangguan jaringan listrik, telepon, dan internet, kerusakan 3 unit kendaraan roda dua, serta 1 unit tempat usaha.
Imbauan Kewaspadaan
BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana, khususnya terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu pohon tumbang, banjir genangan, dan tanah longsor. Masyarakat diharapkan rutin memantau informasi cuaca dari BMKG, menjaga kebersihan lingkungan dan saluran drainase, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang. BPBD DIY bersama instansi terkait terus melakukan penanganan kejadian, asesmen dampak, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan masyarakat dan pemulihan kondisi pascakejadian.

0 Komentar