Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas relawan dan masyarakat di wilayah rawan bencana. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, di Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta.
Kegiatan dibuka oleh Lurah Prawirodirjan, Bapak Purnomo, S.E., yang menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam keberhasilan manajemen bencana. Oleh karena itu, keterlibatan relawan, pemuda, hingga tokoh masyarakat menjadi elemen penting dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Mengusung tema “Ketangguhan Bantaran Sungai: Peningkatan Kapasitas dalam Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi Banjir Sungai Code”, kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu Bapak Eko Suwanto, S.T., M.Si. dari DPRD DIY dan Bapak Bambang Sasongko dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY. Forum PRB DIY telah berperan sebagai wadah kolaborasi lintas sektor selama lebih dari 15 tahun dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana.
Bapak Eko Suwanto, S.T., M.Si menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor untuk menghadapi kompleksitas ancaman bencana di DIY merupakan kunci untuk menghadapi bencana. Pemerintah Daerah DIY tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berorientasi pada penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, respons darurat, serta pemulihan jangka panjang. Regulasi ini diharapkan mampu menggantikan pendekatan sebelumnya yang lebih bersifat reaktif, sekaligus menjamin pemenuhan hak masyarakat dalam setiap fase penanggulangan bencana.
Sementara itu, Bapak Bambang Sasongko menyampaikan Sungai Code memiliki panjang sekitar 41 kilometer dan melintasi wilayah Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, hingga Kabupaten Bantul. Selain memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat, sungai yang berhulu di kawasan Gunung Merapi ini menjadikan aliran Sungai Code sangat dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik Merapi, terutama saat musim hujan setelah terjadi erupsi. Material vulkanik yang terbawa aliran air hujan dapat meningkatkan risiko banjir lahar hujan yang berbahaya bagi masyarakat di wilayah bantaran sungai. Kondisi tersebut menjadikan Sungai Code sebagai salah satu kawasan yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam aspek mitigasi bencana.
Riwayat kejadian bencana di Sungai Code menunjukkan bahwa ancaman tersebut bukan hal baru. Pada tahun 2010, 2011, dan 2014, wilayah sepanjang aliran sungai mengalami ancaman banjir lahar hujan akibat material vulkanik pascaerupsi. Pada tahun 2017, Siklon Cempaka juga menyebabkan banjir signifikan yang berdampak pada permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya peta ancaman berbasis lingkungan. Peta ancaman tersebut mencakup identifikasi kawasan terdampak, arah datangnya ancaman, jalur evakuasi aman, serta lokasi titik kumpul atau tempat evakuasi sementara.
Selain itu, peserta juga diberikan materi mengenai sistem peringatan dini dan level tinggi muka air sungai sebagai indikator kewaspadaan. Pemahaman terhadap status siaga menjadi penting agar masyarakat dapat merespons ancaman lebih cepat dan tepat.
Materi evakuasi juga menekankan prinsip utama keselamatan jiwa, yaitu tetap tenang, tidak panik, dan segera menuju lokasi aman atau tempat yang lebih tinggi. Dalam kondisi darurat, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas harus menjadi prioritas utama dalam proses penyelamatan. Peserta juga diingatkan untuk selalu mematuhi informasi resmi dan arahan dari instansi berwenang, serta menjaga komunikasi yang baik antarwarga selama kondisi darurat berlangsung.
Melalui kegiatan ini, BPBD DIY berharap kapasitas relawan dan masyarakat di Kelurahan Prawirodirjan semakin meningkat sehingga mampu berperan sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, relawan, dan warga diharapkan dapat mewujudkan penanggulangan bencana yang lebih efektif, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat bantaran Sungai Code.

0 Komentar