Menghadapi ancaman kekeringan yang berulang setiap musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperkuat langkah mitigasi jangka panjang melalui penyediaan sarana air baku bagi masyarakat. Salah satu upaya konkret yang tengah dirancang adalah pembangunan toren air komunal berkapasitas 5.000 liter, dilengkapi dudukan pondasi pasangan batu yang kokoh, perpipaan sekeliling water torn yang dapat diakses langsung oleh warga di setiap sisi. Program ini menjadi bagian dari strategi BPBD DIY dalam menekan dampak krisis air bersih, khususnya di wilayah-wilayah yang secara historis rawan kekeringan pada musim kemarau panjang.
Program bantuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk pembangunan sarana air baku masyarakat ini menyasar tiga kabupaten yang menjadi prioritas penanganan kekeringan di DIY, yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Ketiga wilayah tersebut dipilih berdasarkan data historis kerawanan kekeringan serta tingkat kebutuhan air bersih masyarakat yang tinggi, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan kapur dan minim sumber air permukaan. Dengan adanya toren air komunal ini, masyarakat di desa-desa terdampak diharapkan memiliki akses air baku pada bak penampungan umum.
Pelaksanaan program ini merupakan hasil sinergi antara BPBD DIY, DPMKKPS DIY dan dukungan pendanaan dari BNPT, sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana kekeringan secara berkelanjutan. Ke depan, BPBD DIY akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan desa terkait untuk memastikan proses pembangunan toren air berjalan sesuai desain teknis dan tepat sasaran, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan sarana tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang.

0 Komentar