Yogyakarta, 27 Juli 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan delegasi internasional dalam rangkaian kegiatan ASEAN-PRIME Cross Learning Exchange (CLE) 3, sebuah program pembelajaran bersama yang diselenggarakan oleh ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan ini berlangsung pada 27–31 Juli 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan diikuti oleh perwakilan lembaga penanggulangan bencana dari berbagai negara anggota ASEAN serta Sekretariat ASEAN.
Kunjungan ke BPBD DIY menjadi salah satu agenda utama dalam program tersebut. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh gambaran mengenai praktik penyelenggaraan penanggulangan bencana di tingkat daerah yang telah dikembangkan di DIY. BPBD DIY berbagi pengalaman mengenai tata kelola penanggulangan bencana yang mengedepankan kolaborasi multipihak, penguatan kapasitas masyarakat, serta sinergi antara pemerintah, relawan, akademisi, dunia usaha, dan komunitas.
Selain memperoleh paparan mengenai sistem penanggulangan bencana di DIY, delegasi juga melakukan diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai berbagai pendekatan dalam pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk saling bertukar praktik baik (best practices) yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik masing-masing negara.
Sebagai salah satu daerah yang memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, DIY dinilai memiliki banyak inovasi dan praktik yang dapat menjadi referensi bagi negara-negara ASEAN. Pengalaman dalam membangun ketangguhan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, edukasi kebencanaan, serta keterlibatan masyarakat menjadi nilai penting yang diperkenalkan kepada para peserta.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antarnegara ASEAN dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kawasan ASEAN yang tangguh terhadap bencana.
0 Komentar