BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Logistik dan Peralatan menyalurkan 215 unit bronjong kepada masyarakat melalui BPBD Kabupaten Kulon Progo secara bertahap, yaitu pada tanggal 29 April, 7 Mei, dan 19 Agustus 2026. Bantuan tersebut akan digunakan untuk perbaikan talud jalan dan penguatan struktur penahan tanah pada kawasan permukiman warga yang terdampak tanah ambles dan longsor.
Bantuan bronjong tersebut akan dimanfaatkan di enam kalurahan yang mencakup tujuh padukuhan, yaitu Padukuhan Ngaliyan dan Petet di Kal. Ngargosari, Padukuhan Sermo Tengah di Kal. Hargowilis, Padukuhan Ngruno di Kal. Karangsari, Padukuhan Ganasari di Kal. Banjarasri, Padukuhan Ngroto di Kal. Pendoworejo, serta Padukuhan Menguri di Kal. Hargotirto. Sedangkan batu untuk pengisi bronjong dan pemasangannya akan dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat.
Penyaluran dukungan ini merupakan bagian dari upaya penanganan pasca bencana sekaligus pengurangan risiko terhadap potensi longsor susulan. Bronjong digunakan sebagai struktur pengaman talud untuk membantu menahan material tanah dan memperkuat bagian lereng yang mengalami kerusakan.
Melalui dukungan tersebut, BPBD DIY bersama BPBD Kab. Kulon Progo berupaya memastikan kebutuhan penanganan di lokasi terdampak dapat dipenuhi sesuai kondisi lapangan. Pemanfaatan bantuan diharapkan dapat mendukung pemulihan infrastruktur, menjaga keamanan permukiman, serta mempertahankan akses jalan yang menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana. Dengan dukungan material yang sesuai kebutuhan serta pelaksanaan pekerjaan yang terkoordinasi, penanganan talud diharapkan dapat berjalan secara efektif dan turut mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar akibat pergerakan tanah maupun longsor susulan.

0 Komentar