Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY merilis infografis kebencanaan hingga 06 April 2026 tercatat berbagai kejadian selama bulan Maret. Dari infografis tersebut, terlihat bahwa intensitas kejadian bencana di wilayah DIY cukup tinggi dan didominasi oleh cuaca ekstrem yang memicu berbagai dampak turunan di lapangan.
Sepanjang Maret 2026, tercatat total kejadian cuaca ekstrem sebanyak 15 kejadian, tanah longsor 23 kejadian dan Kebakaran 8 kejadian.
Dari sisi wilayah, Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak (24 kejadian atau 45%), disusul Gunungkidul (12 kejadian atau 22%). Sementara itu, wilayah lain seperti Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul juga turut terdampak meskipun dengan persentase lebih kecil.
Dampak dari kejadian bencana ini cukup signifikan, antara lain 132 unit rumah terdampak, 125 kejadian pohon tumbang, 32 titik akses jalan terganggu, 108 jiwa terdampak, Kerugian ditaksir mencapai ± Rp209 juta, serta Infrastruktur lain seperti jaringan listrik, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hingga fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Selain itu, tercatat 1 korban meninggal dunia dan 2 orang luka-luka.
Dari data tersebut, bisa disimpulkan bahwa Cuaca ekstrem sebagai pemicu utama.
Meskipun jumlah tanah longsor lebih banyak secara total, namun kejadian cuaca ekstrem menjadi faktor dominan yang memicu berbagai bencana lain seperti pohon tumbang, kerusakan rumah, hingga gangguan jaringan listrik.
Kerentanan wilayah berbukit. Tingginya angka kejadian di Kulon Progo dan Gunungkidul menunjukkan bahwa wilayah dengan kontur perbukitan dan tanah labil lebih rentan terhadap longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Pohon tumbang sebagai dampak paling sering. Dengan 125 kejadian, pohon tumbang menjadi dampak paling dominan dari cuaca ekstrem. Hal ini menunjukkan pentingnya mitigasi berbasis lingkungan.
Melihat dominasi kejadian cuaca ekstrem yang memicu pohon tumbang dan kerusakan bangunan, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat:
1. Rutin mengecek kondisi pohon di sekitar rumah
Pastikan tidak ada pohon yang sudah lapuk, miring, atau berpotensi tumbang. Jika berisiko, segera lakukan pemangkasan atau koordinasi dengan pihak terkait.
2. Perkuat bagian rumah yang rentan
Periksa atap, genteng, dan rangka bangunan agar lebih tahan terhadap terpaan angin kencang.
3. Waspada saat hujan disertai angin
Hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang rapuh saat terjadi cuaca ekstrem.
4. Amankan kendaraan dan barang penting
Parkir kendaraan di tempat yang aman dan jauh dari potensi pohon tumbang atau benda yang mudah roboh.
5. Pantau informasi cuaca resmi
Selalu update informasi dari BMKG atau BPBD untuk mengetahui potensi cuaca ekstrem di wilayah masing-masing.
6. Siapkan rencana darurat keluarga
Tentukan titik kumpul dan langkah evakuasi sederhana agar keluarga siap jika terjadi kondisi darurat.
Data kebencanaan Maret 2026 menjadi pengingat bahwa risiko bencana di DIY masih tinggi, terutama akibat cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam mengurangi risiko sejak dini. Dengan langkah sederhana namun konsisten, dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.

0 Komentar