Menjelang peringatan dua puluh tahun peristiwa gempa bumi besar yang pernah melanda Yogyakarta, Bidang Penanganan Darurat (PD) BPBD DIY mengambil langkah proaktif. Melalui kolaborasi strategis dengan DPRD DIY, melaksanakan Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Masyarakat atau relawan lokal adalah first responder atau pihak pertama yang bertindak saat bencana terjadi sebelum bantuan pemerintah datang. Rangkaian kegiatan ini menyasar dua wilayah, yakni Kelurahan Canden, Bantul pada 7 Mei 2026 dan Kalurahan Ponjong, Gunungkidul pada 12 Mei 2026.
Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari DPRD DIY melalui fungsi pengawasan dan penganggaran untuk keselamatan warga. Kehadiran legislatif dalam agenda ini menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Sinergi ini memastikan fasilitas, regulasi, dan peningkatan SDM kebencanaan di tingkat kelurahan berjalan dengan optimal.
Secara khusus, sosialisasi pada Bulan Mei ini, BPBD DIY mengangkat tema besar Dua Dasawarsa Gempa Jogja sebagai momentum refleksi bersama. Peringatan dua dekade gempa Jogja menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali sistem mitigasi bencana daerah. Dalam sosialisasi ini, masyarakat/relawan diajak membangun kewaspadaan berbasis sejarah.
Kehadiran para ahli dari BMKG ini menjadi pilar penting dalam memberikan pemahaman berbasis sains, mulai dari pemetaan sesar aktif hingga pemanfaatan teknologi peringatan dini. Melalui paparan yang aplikatif, narasumber membekali peserta dengan literasi informasi yang valid guna memutus rantai hoaks saat terjadi krisis, sekaligus melatih kesiapan mental masyarakat dalam merespons instruksi evakuasi secara cepat dan mandiri. Melalui sosialisasi ini, relawan diharapkan mampu mengorganisir massa dengan cepat, tepat, dan aman, serta tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri.

0 Komentar