Bagi Anda yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada baiknya mulai sekarang lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Stasiun Klimatologi BMKG D.I. Yogyakarta baru saja merilis Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) yang berlaku untuk Dasarian II Juli 2026 (periode pertengahan Juli).
Melihat peta pemantauan BMKG, sebagian besar wilayah Jogja mulai memasuki musim kemarau yang cukup kering. Jangan abai, mari cek status wilayah tempat tinggal Anda!
Daftar Wilayah dan Status Peringatan Kekeringan
Berdasarkan tingkat risikonya, BMKG membagi wilayah DIY ke dalam beberapa zona warna:
Status SIAGA (Warna Oranye) Wilayah dengan status ini diprediksi mengalami hari tanpa hujan yang cukup panjang. Masyarakat diimbau untuk benar-benar menghemat air bersih dan mengantisipasi dampaknya pada sektor pertanian. Wilayah yang masuk kategori ini meliputi:
Kabupaten Gunungkidul: Hampir seluruh wilayah (Girisubo, Tepus, Rongkop, Paliyan, Wonosari, Karangmojo, Semin, Nglipar, Patuk, Playen, dll).
Kabupaten Bantul: Sebagian besar wilayah (Pundong, Imogiri, Dlingo, Piyungan, Jetis, Bambanglipuro, Pandak, Pajangan, Sedayu, dll).
Kabupaten Kulon Progo: Wilayah bagian tengah ke selatan (Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Sentolo, Temon, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawan, dll).
Status WASPADA (Warna Kuning) Meski tingkat risikonya di bawah status Siaga, wilayah ini tetap harus mulai bersiap dan melakukan langkah mitigasi. Wilayah yang masuk kategori ini adalah:
Kota Yogyakarta (Seluruh wilayah kota).
Sebagian kecil perbatasan Sleman-Bantul dan perbatasan Kulon Progo.
TIDAK ADA PERINGATAN (Warna Hijau) Sebagian besar wilayah Kabupaten Sleman (seperti Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Godean, dll) saat ini masih terpantau aman dan belum masuk dalam zona peringatan kekeringan.
Apa yang Harus Kita Lakukan?
Menghadapi potensi kekeringan ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan bersama:
Hemat Penggunaan Air: Mulai kurangi aktivitas membuang-buang air bersih yang tidak perlu.
Tampung Air Bersih: Manfaatkan tandon atau bak penampungan air secara maksimal untuk cadangan harian.
Waspada Kebakaran: Cuaca kering dan angin kencang di musim kemarau rawan memicu kebakaran. Hindari membakar sampah sembarangan atau meninggalkan perapian dalam keadaan menyala.
Jaga Kesehatan: Suhu udara di musim kemarau cenderung terik di siang hari. Pastikan konsumsi air putih yang cukup agar tidak dehidrasi.

0 Komentar