Widiyanto, salah satu personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY menjadi perwakilan dari BPBD DIY yang dikirim untuk mengikuti pelatihan Training of Facilitator (ToF) Kaji Cepat Bencana di Pusdiklat BNPB Sentul, Bogor. Kegiatan intensif ini berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Bagi wilayah DIY, keterlibatan personel dalam ToF kaji cepat ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Personel TRC BPBD DIY dituntut tidak hanya terampil mengevaluasi dampak lapangan secara kilat, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan tersebut kepada instansi lokal dan relawan secara terstruktur. Dengan melahirkan instruktur baru yang andal, DIY dapat memperkuat kesiapsiagaan mandiri secara merata demi mempercepat proses pemulihan saat status darurat terjadi.
Dalam skala nasional, program ToF yang diselenggarakan oleh BNPB ini merupakan motor penggerak standarisasi penanggulangan bencana di seluruh Indonesia. Sebagai negara yang berada di jalur cincin api, Indonesia membutuhkan keseragaman metode kaji cepat agar data kerusakan dan kebutuhan logistik yang dihimpun dari setiap wilayah memiliki format yang valid. Melalui fasilitator yang kompeten, akselerasi kompetensi di tingkat lokal dapat berjalan masif, yang pada akhirnya berkontribusi besar dalam meningkatkan kapasitas daerah di seluruh penjuru negeri demi pengambilan kebijakan operasi darurat yang cepat, tepat, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Hari pertama dibuka langsung oleh Kepala Pusdiklat BNPB dan diawali dengan pengerjaan pretes. Pada sesi awal ini, peserta menerima materi krusial mengenai Rencana Belajar Program Pembelajaran (RBPMP) dan Rencana Pembelajaran (RP) dari LAN RI, metode pengajaran prinsip sistem Penanggulangan Bencana (PB), serta materi Strategi Komunikasi Penanggulangan Bencana (SKPB). Memasuki hari kedua, pelatihan fokus pada penguatan kompetensi teknis dan konseptual tim kaji cepat dalam siklus kebencanaan.
Pada hari ketiga, fokus pelatihan bergeser pada pemanfaatan teknologi informasi dari PUSDATINKOM BNPB untuk percepatan penguatan data lapangan. Selain itu, diisi dengan simulasi kaji cepat bencana bersama Widyaiswara BNPB serta materi Pembelajaran Orang Dewasa (POD) dari LAN RI yang berfokus pada prinsip KKOMP. Selain itu, Widiyanto dibekali teknik fasilitasi khusus dari LAN RI agar mampu menguasai audiens dalam berbagai situasi kritis di lapangan.
Hari keempat menjadi momen krusial bagi perwakilan TRC BPBD DIY ini untuk mempersiapkan ujian kelulusan melalui sesi penyusunan RBPMP dan RP untuk ujian microteaching, yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok intensif serta praktik langsung hingga malam hari agar personel tidak hanya ahli dalam kaji cepat tetapi juga siap menjadi instruktur handal di daerah asal. Selamat telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan intensif ini dengan dedikasi tinggi, kini saatnya menunggu hasil kelulusan diumumkan dengan harapan mendapatkan nilai yang sangat bagus dan memuaskan agar ilmu yang diraih dapat segera memperkuat kapasitas kesiapsiagaan bencana di wilayah DIY.

0 Komentar