Bantul – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes., menjadi Pembina Upacara Bendera di SMA Negeri 1 Banguntapan, Senin (20/7/2026) dalam rangka menjalankan tugas membacakan amanat Gubernur DIY pada Upacara dan Deklarasi Bersama Warga Sekolah SMA/SMK Se-DIY.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan “Pelajar Jogja, Santun dan Cinta Damai” yang digelar sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter serta meningkatkan kesadaran pelajar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Dalam amanatnya, Agustinus mengajak para siswa untuk menyadari bahwa masa depan Yogyakarta berada di tangan generasi muda. Setiap pilihan yang diambil oleh pelajar, baik dalam pergaulan maupun dalam kehidupan sehari-hari, akan turut menentukan masa depan mereka.
Para siswa juga diajak untuk berani menolak berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan, seperti kekerasan, perundungan, intoleransi, narkoba, obat-obatan terlarang, dan minuman beralkohol.
“Keberanian sejati bukan tentang siapa yang paling kuat melukai, tetapi siapa yang berani menjaga dan berani berkata tidak,” menjadi pesan penting yang disampaikan kepada para pelajar.
Selain menekankan pentingnya keberanian untuk menjaga diri dan lingkungan, para siswa juga didorong untuk berperan aktif sebagai agen perubahan. Ketika menemukan tindakan yang berpotensi membahayakan, pelajar diharapkan tidak memilih untuk diam, melainkan berani melaporkannya kepada guru atau pihak sekolah.
Upaya menciptakan lingkungan yang aman dan damai, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah, keluarga, pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh warga sekolah perlu membangun sinergi untuk melindungi dan membimbing generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para siswa SMA Negeri 1 Banguntapan diajak untuk menjadi pelajar yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, santun, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.
Semangat tersebut kemudian ditegaskan melalui Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai, sebagai komitmen bersama untuk menolak kekerasan, perundungan, intoleransi, narkoba, obat-obatan terlarang, serta berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Karena masa depan Yogyakarta tidak hanya dibangun dari ruang kelas, tetapi juga dari pilihan dan sikap para pelajarnya.

0 Komentar