Yogyakarta – Libur Idulfitri 1447 H tahun 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung di tengah potensi ancaman bencana hidrometeorologi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada, khususnya saat beraktivitas di kawasan wisata alam.
Berdasarkan prakiraan dari BMKG, musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga akhir Maret 2026. Kondisi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem, gelombang tinggi, banjir, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah DIY.
Sebagai langkah kesiapsiagaan bencana, BPBD DIY membentuk Tim Pos Pendamping Daerah Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang bertugas selama periode 18–24 Maret 2026. Tim ini melakukan pemantauan intensif di jalur mudik, objek wisata, serta titik-titik rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, turut melakukan sambang dan pantau langsung ke sejumlah posko Lebaran, termasuk kunjungan pada Senin (23/3) ke Pos Aju SAR DIY di wilayah Kulonprogo. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor berjalan optimal.
Pemantauan dilakukan di berbagai wilayah strategis, meliputi kawasan selatan seperti Parangtritis dan Pantai Baru, jalur mudik wilayah barat seperti Glagah dan Sentolo, hingga kawasan utara lereng Merapi seperti Kaliurang, Kinahrejo, dan Tempel. Selain itu, Waduk Sermo dan sejumlah simpul lalu lintas juga menjadi fokus pengawasan.
Selama periode 19–24 Maret 2026, tercatat tiga kejadian kecelakaan laut di kawasan Pantai Parangtritis yang melibatkan delapan wisatawan. Seluruh korban berhasil diselamatkan oleh tim SAR dalam kondisi selamat, menunjukkan kesiapsiagaan petugas di lapangan berjalan efektif.
Di sisi lain, dinamika kejadian darurat juga tercatat di wilayah perkotaan. Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, selama periode 18–24 Maret 2026 terdapat 19 kejadian yang ditangani, didominasi oleh operasi penyelamatan dan evakuasi non-kebakaran, serta beberapa kasus kebakaran rumah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa selain potensi bencana alam, risiko kejadian darurat lain seperti kebakaran dan evakuasi juga meningkat selama masa libur panjang.
Kesiapsiagaan Lebaran tahun ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, antara lain kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD kabupaten/kota, Basarnas, PMI, relawan, hingga organisasi masyarakat seperti Pramuka, RAPI, Senkom, Linmas, dan unsur komunitas lainnya.
BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan selama berlibur, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana maupun kejadian darurat lainnya.(fa)

0 Komentar