Operasi kedaruratan ini bermula pada Rabu, 18 Juni 2026 pukul 21.52 WIB, saat tim Pos Aju Gunungkidul BPBD DIY menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Girimulyo mengenai dugaan kecelakaan manusia jatuh ke dalam luweng. Penanganan evakuasi korban di goa vertikal kawasan hutan Girimulyo tersebut berjalan sangat cepat dan taktis berkat kesiapsiagaan penuh tim pos aju. Sebagai pusat koordinasi dan fasilitas lapangan, Pos Aju BPBD DIY memegang peran vital dalam mempercepat respons darurat serta memotong rantai birokrasi di wilayah terdampak agar aksi penyelamatan di lokasi kejadian tepat sasaran. Terbukti, sesaat setelah informasi diterima, posko lapangan ini langsung menggerakkan tim advance untuk asesmen awal yang segera disusul oleh pergerakan armada taktis ke titik penemuan.
Tepat pukul 23.10 WIB, tim Pos aju BPBD DIY telah merapat di lokasi untuk segera mematangkan strategi taktis bersama jajaran Polsek setempat. Berbekal kejelian membaca tanda-tanda alam di lapangan, tim gabungan langsung menyisir area sekitar dan mendeteksi titik jatuh korban di sisi selatan luweng dengan kedalaman sekitar 30 meter. Keyakinan tersebut menguat setelah tim menemukan kejanggalan pada lapisan serasah hutan dan patahan vegetasi, serta diperjelas oleh temuan gergaji dan arit milik korban yang tertinggal tepat di bibir gua vertikal tersebut.
Operasi evakuasi vertikal yang penuh risiko ini menuntut keahlian teknis tingkat tinggi, di mana personel Pos Aju BPBD DIY mengambil peran vital dalam menguasai medan ekstrem. Tepat pukul 23.30 WIB, tim mulai melakukan rigging dan memasang lintasan Single Rope Technique (SRT) dari sisi utara luweng untuk menuruni tebing overhang sedalam 12 meter. Di tengah kegelapan goa, personel Pos Aju Gunungkidul An. Agus Fitrianto yang turun berhasil menemukan sepatu, sarung tangan, serta bercak darah di dinding luweng sebelum akhirnya menemukan posisi korban di dasar gua.
Berdasarkan analisis mekanisme cedera (mechanism of injury) serta estimasi waktu sejak kejadian, tim memastikan bahwa korban telah meninggal dunia akibat luka robek dan fraktur depresi berat pada kepala. Menghadapi situasi krusial ini, tim pos aju tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan menjaga ketenangan di lapangan. Penemuan kondisi korban ini langsung dikomunikasikan secara transparan kepada unsur pimpinan wilayah guna mengambil langkah kemanusiaan selanjutnya.
Memasuki dini hari, seluruh rangkaian operasi penyelamatan akhirnya mencapai tahapan akhir setelah melalui proses pengangkatan (hauling) yang penuh kehati-hatian. Tepat pada pukul 03.01 WIB, proses evakuasi korban dari dasar luweng dinyatakan selesai dilaksanakan dengan aman berkat kerja keras tim gabungan. Hanya berselang beberapa menit setelahnya, yaitu pada pukul 03.04 WIB, jenazah korban langsung diserahterimakan secara resmi kepada pihak Kepolisian untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Kuatnya sinergi antara Pos Aju Gunungkidul BPBD DIY, TNI, Polri, dan relawan ini menegaskan komitmen pelayanan kemanusiaan yang prima hingga operasi tuntas.

0 Komentar