Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan dan keberlangsungan pendidikan masyarakat yang berada jauh dari lokasi kejadian. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian dan solidaritas antardaerah menjadi kekuatan untuk membantu mereka tetap bertahan dan melanjutkan kehidupan.
Semangat itulah yang diwujudkan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui dukungan bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan terdampak musibah gempa bumi di daerah asalnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemda DIY melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyalurkan bantuan kebutuhan pangan berupa beras kepada mahasiswa asal NTT. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mahasiswa, sehingga mereka tetap dapat berkonsentrasi menjalani pendidikan di Yogyakarta.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).
Bantuan kemudian ditindaklanjuti di lapangan oleh Bidang Logistik dan Peralatan BPBD DIY bersama Bidang Ketahanan Pangan DPKP DIY. Sebanyak 405 kilogram beras disalurkan kepada mahasiswa asal NTT sebagai bagian dari dukungan kebutuhan pangan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana tidak selalu berhenti pada penanganan di lokasi kejadian. Dukungan juga dapat diberikan kepada masyarakat terdampak yang berada di daerah lain, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan jauh dari daerah asalnya.
Bagi mahasiswa, keberlanjutan pendidikan merupakan hal penting yang perlu dijaga. Bantuan kebutuhan dasar menjadi salah satu bentuk dukungan agar kondisi bencana yang terjadi di daerah asal tidak semakin mengganggu aktivitas mereka selama berada di Yogyakarta.
Pemda DIY sebelumnya juga menunjukkan komitmen serupa melalui penyaluran bantuan kepada mahasiswa dari daerah lain yang terdampak bencana. Bantuan pangan bagi mahasiswa terdampak bencana di Sumatra pada Desember 2025, misalnya, diarahkan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.
Kepedulian tersebut menjadi gambaran bahwa solidaritas dalam penanggulangan bencana dapat melampaui batas wilayah. Ketika bencana terjadi, dukungan tidak hanya berupa bantuan darurat, tetapi juga memastikan mereka yang terdampak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan, termasuk pendidikan.
Melalui sinergi antarperangkat daerah dan hubungan antardaerah, DIY terus berupaya hadir dalam semangat gotong royong dan kemanusiaan. Sebab, di balik setiap bantuan yang diberikan, ada pesan bahwa mereka yang terdampak bencana tidak berjalan sendiri.
0 Komentar