BPBD DIY melaksanakan Pemetaan Potensi Sumber Air untuk Pengurangan Risiko Kekeringan di Goa Ledok, Waru, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, pada 19 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut peringatan dini BMKG terkait potensi kekeringan, dengan melibatkan TRC BPBD DIY, Save Rescue Indonesia, SAR DIY Distrik Gunungkidul, dan PMI Bantul.
Pemetaan bertujuan mengidentifikasi keberadaan, kondisi, dan potensi sumber air bawah tanah yang dapat dikembangkan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air masyarakat saat musim kemarau. Tim melakukan observasi kondisi goa, pengukuran jarak dan elevasi, pendataan biota, pengambilan sampel air untuk uji laboratorium, serta identifikasi kebutuhan teknis pengaliran air.
Hasil pemetaan menemukan lorong berair sepanjang sekitar 4 meter dengan kedalaman air mencapai 150 cm yang berakhir pada sump. Sumber air tersebut berada sekitar 27 meter di bawah mulut goa, sementara titik tertinggi di Bukit Gergedhe berada sekitar 56 meter di atas mulut goa. Untuk mengalirkan air ke titik tersebut diperlukan sistem pemompaan dengan beda elevasi sekitar 83 meter dan jaringan pipa sekitar 229 meter.
Meski menunjukkan indikasi potensi sumber air bawah tanah, debit, volume, dan kontinuitas air masih perlu dipastikan, terutama melalui pemantauan pada musim kemarau. Sampel air juga telah diambil untuk mengetahui kualitas dan kelayakannya sebagai sumber air baku. Selain itu, keberadaan biota seperti udang goa, kelelawar, jangkrik goa, dan kala cemeti menjadi aspek lingkungan yang perlu diperhatikan dalam rencana pengembangan.

0 Komentar