YOGYAKARTA — Dalam rangkaian Webinar Series memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026 sekaligus refleksi dua dekade Gempa Yogyakarta 2006, BPBD DIY menggelar diskusi bertajuk “Dari Luka Menuju Ketangguhan” pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda nasional yang bertujuan memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci dari pemerintah, akademisi, dan praktisi kebencanaan. Di antaranya perwakilan BNPB, akademisi dari UPN “Veteran” Yogyakarta, serta unsur BPBD DIY, yang bersama-sama membedah pembelajaran penting dari peristiwa gempa besar 2006 hingga kondisi terkini.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruharata, S.H., S.T., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada dalam tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi. Ancaman tersebut bersumber dari aktivitas Sesar Opak dan zona subduksi di selatan Pulau Jawa yang terus aktif.
“Gempa pada awal tahun 2026 menjadi pengingat bahwa risiko itu nyata dan selalu ada. Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada peringatan semata,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peringatan HKB tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat paradigma penanggulangan bencana yang berorientasi pada pengurangan risiko secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, kesiapsiagaan harus ditanamkan sebagai budaya kolektif di masyarakat.
Momentum 20 tahun Gempa Jogja, lanjutnya, menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat sejauh mana capaian, pembelajaran, dan tantangan yang masih dihadapi dalam upaya pengurangan risiko bencana. Dari pengalaman tersebut, berbagai praktik baik diharapkan dapat terus diperkuat dan direplikasi.
Melalui webinar ini, BPBD DIY juga mendorong peningkatan literasi kebencanaan berbasis ilmiah. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi kepanikan saat terjadi bencana sekaligus menangkal informasi yang tidak akurat di masyarakat. Selain itu, kolaborasi multipihak—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat—menjadi kunci dalam membangun ketangguhan yang berkelanjutan.
“Ketangguhan adalah tanggung jawab bersama. Kita perlu memastikan setiap individu hingga komunitas memiliki kapasitas untuk menghadapi risiko,” tegasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian HKB 2026, BPBD DIY menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya mitigasi melalui inovasi, edukasi publik, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat DIY yang tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga tangguh dalam proses pemulihan.(fm)
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mendapat antusiasme luas dari berbagai kalangan, menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan seperti Yogyakarta.

0 Komentar