Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana kebakaran terus dilakukan BPBD DIY melalui kegiatan Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana Kebakaran yang pada hari ini, Kamis (12/3/2026), diselenggarakan di Kantor Kelurahan Bumijo.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu yaitu Dr. R. Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., anggota dari Komisi A DPRD DIY serta Oktomi Wijaya, S.K.M., M.Sc., Tim K3 dari Universitas Ahmad Dahlan, yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya peran relawan dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan kebakaran di lingkungan.
Sosialisasi ini diikuti oleh unsur masyarakat, relawan, serta perangkat wilayah yang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan lingkungan terhadap risiko kebakaran.
Dalam pemaparannya, perwakilan Komisi A DPRD DIY menekankan pentingnya keberadaan Relawan Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) khususnya Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung penanggulangan kebakaran di tingkat wilayah. Relawan kebakaran diharapkan dapat membantu melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran sekaligus menjadi agen dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran, meningkatkan kewaspadaan lingkungan, serta mendorong terbentuknya budaya keselamatan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Tim K3 dari Universitas Ahmad Dahlan menyampaikan materi mengenai manajemen bencana kebakaran, termasuk beberapa penyebab kebakaran antara lain kelalaian manusia, instalasi listrik yang tidak aman, penggunaan peralatan rumah tangga yang tidak sesuai standar, faktor alam, serta kurangnya kesadaran terhadap prosedur keselamatan.
Tidak lupa pula disampaikan seberapa penting pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah penanganan awal ketika terjadi kebakaran, seperti melakukan evakuasi dengan aman, memanfaatkan alat pemadam api ringan (APAR), serta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga akses jalan lingkungan agar tetap dapat dilalui kendaraan darurat serta memastikan ketersediaan sumber air yang dapat digunakan apabila terjadi keadaan darurat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan serta peran aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran. Sinergi antara pemerintah, relawan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana kebakaran.

0 Komentar