Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 25 Jun 2026,   Jam : 11:03:35 WIB

Magnitudo : 5.3 SR,      Kedalaman : 10 km

Potensi : Tidak berpotensi tsunami

Wilayah : 215 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


BPBD DIY Berpartisipasi dalam Pengembangan Kerangka Impact-Based Forecasting untuk Memperkuat Aksi Merespon Peringatan Dini

BPBD DIY Berpartisipasi dalam Pengembangan Kerangka Impact-Based Forecasting untuk Memperkuat Aksi Merespon Peringatan Dini

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam Lokakarya Konsultasi Pemangku Kepentingan Tingkat Nasional tentang Pengembangan Kerangka Subnasional Impact-Based Forecasting (IBF) untuk Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) yang diselenggarakan di Bandung pada 22–24 Juni 2026. Lokakarya ini mempertemukan sekitar 80 perwakilan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan untuk bersama-sama memperkuat implementasi Impact-Based Forecasting (IBF) di Indonesia. Berbeda dengan prakiraan cuaca konvensional, pendekatan IBF tidak hanya menyampaikan potensi bahaya, tetapi juga memprediksi dampak yang mungkin terjadi sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum bencana terjadi. Keikutsertaan BPBD DIY menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang lebih efektif, terutama dalam menghadapi risiko bencana yang dipengaruhi oleh kondisi iklim. Pengalaman DIY dalam pengembangan IBF pada tingkat subnasional juga menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kerangka nasional yang lebih komprehensif. Lokakarya diikuti oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, BMKG, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Informasi Geospasial, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, serta BPBD dari berbagai daerah. Kegiatan ini difasilitasi oleh World Food Programme (WFP) dengan dukungan pendanaan dari UK Met Office melalui program WISER. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta membahas berbagai aspek penting dalam pengembangan kerangka subnasional IBF. Diskusi difokuskan pada penyelarasan regulasi, penguatan mekanisme berbagi data, standardisasi produk IBF, integrasi sistem peringatan dini, serta penguatan koordinasi lintas sektor dan dukungan pembiayaan. Berbagai masukan tersebut menjadi landasan untuk menyempurnakan kerangka IBF agar dapat diterapkan secara efektif di tingkat nasional maupun daerah. Selain itu, lokakarya juga memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab antar pemangku kepentingan. Keterhubungan antara informasi peringatan dini dengan proses pengambilan keputusan menjadi salah satu fokus utama agar setiap informasi yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Penyelenggaraan lokakarya ini menjadi momentum yang tepat di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi dampak El Niño dalam beberapa bulan mendatang. Melalui pengembangan produk dan advisori berbasis dampak, pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin siap melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum risiko berkembang menjadi bencana. Hasil lokakarya akan menjadi pijakan dalam penyempurnaan kerangka Impact-Based Forecasting di Indonesia, disertai penguatan koordinasi lintas sektor dan penyusunan rencana tindak lanjut yang lebih operasional. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan, sistem peringatan dini diharapkan mampu mendukung aksi yang lebih cepat, tepat, dan berdampak dalam upaya pengurangan risiko bencana. ...

Detail Berita

Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pemadaman Kebakaran untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai Bawaslu Kota Yogyakarta

Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pemadaman Kebakaran untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai Bawaslu Kota Yogyakarta

Yogyakarta — Upaya peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan budaya sadar bencana terus dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi pemadaman kebakaran yang diselenggarakan di lingkungan Bawaslu Kota Yogyakarta pada Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan WASKITA (Wadah Studi, Kajian, dan Inovasi Kompetensi Aparatur), sebuah ruang pengembangan kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan. Pelaksanaan kegiatan tersebut menghadirkan aparatur Damkarmat BPBD D.I. Yogyakarta sebagai narasumber dan instruktur guna memberikan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami langkah mitigasi dan memiliki kemampuan dasar dalam melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu, Bapak Andie Kartala, S.Pd., C.Med., kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai bencana kebakaran secara komprehensif yang disampaikan oleh Bapak Edhy Hartana, M.M., selaku Kepala Bidang Pemadam Kebakaran bersama Bapak Mahujud S, S.Sos., M.Si., selama kurang lebih satu jam pelajaran. Materi yang diberikan mencakup pengenalan potensi terjadinya kebakaran, faktor penyebab, upaya pencegahan, tindakan awal saat menghadapi kebakaran, serta pentingnya membangun budaya siaga bencana di lingkungan kerja. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan mudah dipahami sehingga dapat menjangkau seluruh peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di rumah. Setelah sesi sosialisasi selesai, seluruh peserta diarahkan menuju area lapangan untuk mengikuti praktik simulasi pemadaman kebakaran bersama aparatur Damkarmat BPBD DIY. Ketika simulasi dilaksanakan, Bapak Mahujud menekankan bahwa ukuran kobaran api yang digunakan merupakan batas maksimal kondisi kebakaran yang masih dapat ditangani secara mandiri pada tahap awal. Penekanan tersebut diberikan agar peserta memahami pentingnya mengenali batas kemampuan penanganan serta tetap mengutamakan keselamatan saat menghadapi kejadian kebakaran. Apabila kondisi api mulai membesar dan tidak lagi dapat dikendalikan secara aman, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi Damkarmat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Simulasi dilaksanakan melalui pengenalan peralatan pemadaman, praktik teknik pengendalian api,serta pemahaman langkah keselamatan selama proses evakuasi dan penanganan keadaan darurat. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung karena setiap peserta memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam praktik pemadaman. Peserta kegiatan berasal dari seluruh pegawai Bawaslu Kota Yogyakarta dengan komposisi yang beragam, mulai dari pegawai usia muda hingga lanjut usia, serta melibatkan peserta laki-laki dan perempuan secara setara. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus mendukung prinsip Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui pemberian akses, partisipasi, dan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta dalam memperoleh pengetahuan serta pengalaman praktik kebencanaan. Melalui kegiatan WASKITA ini, diharapkan kemampuan aparatur dalam mengenali risiko, mengambil keputusan secara cepat, serta melakukan tindakan awal secara tepat saat menghadapi kondisi darurat dapat terus meningkat. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. ...

Detail Berita

Panduan Wisatawan : Aman & Tangguh Hadapi Kekeringan Di Yogyakarta

Panduan Wisatawan : Aman & Tangguh Hadapi Kekeringan Di Yogyakarta

Yogyakarta selalu menawarkan keindahan yang memikat, mulai dari petualangan tebing karst di Gunungkidul, panorama perbukitan di Kulon Progo, wisata budaya di Kota Yogyakarta, hingga keindahan alam lereng Merapi di Sleman dan pantai-pantai di Bantul. Namun, musim kemarau panjang membawa karakteristik cuaca ekstrem berupa suhu udara tinggi, angin kencang, debu kering, dan keterbatasan air di beberapa titik. Agar liburan Anda di Jogja tetap aman, nyaman, dan bertanggung jawab (responsible tourism), BPBD DIY mengimbau seluruh wisatawan untuk menerapkan Panduan 5-M Kesiapsiagaan Wisatawan: 1.Manajemen Hidrasi Mandiri:Perlindungan Internal. Suhu udara siang hari di Jogja bisa sangat menyengat. Selalu bawa botol minum (tumblr) sendiri dan minumlah air putih sebelum rasa haus datang untuk menghindari dehidrasi berat atau heat stroke. Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein atau alkohol saat beraktivitas di bawah terik matahari karena dapat mempercepat dehidrasi. 2.Masker dan Proteksi Fisik:Perlindungan Eksternal. Angin kencang kemarau sering kali menerbangkan debu kering di jalur-jalur wisata terbuka (seperti kawasan gumuk pasir, tebing, atau rute jip wisata). Selalu siapkan masker di tas Anda, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari iritasi debu, serta aplikasikan tabir surya (sunscreen) untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV berlebih. 3.Bijak Menggunakan Air Bersih:Perilaku Bijak Air. Beberapa destinasi wisata, khususnya di kawasan perbukitan dan pesisir selatan, mengalami penurunan debit air tanah. Hormati masyarakat lokal dengan menggunakan air secara bijak di toilet umum, penginapan, atau homestay. Pastikan kran air ditutup rapat setelah digunakan dan hindari membuang-buang air bersih secara sia-sia. 4.Mutlak Hindari Pemicu Kebakaran Lahan:Pencegahan Risiko Kebakaran. Kondisi semak dan rumput di sekitar destinasi wisata alam saat ini sangat kering dan mudah terbakar. Jika Anda melakukan aktivitas camping atau hiking: Dilarang keras membuat api unggun di area vegetasi kering. Jangan pernah membuang puntung rokok sembarangan; pastikan bara api benar-benar mati total sebelum dibuang di tempat sampah. Bagi pengguna flare atau kembang api untuk keperluan fotografi, ketahuilah bahwa tindakan ini sangat berbahaya dan dilarang di kawasan rawan kebakaran lahan. 5.Mengenali Lingkungan Sekitar:Kesiapsiagaan Darurat. Saat berkunjung ke destinasi wisata, sempatkan untuk melihat papan informasi keselamatan atau menanyakan posisi pos kesehatan/petugas penyelamat (SAR/Pengelola) kepada kru wisata. Simpan nomor darurat lokal atau ketahui arah evakuasi jika tiba-tiba terjadi situasi darurat seperti kebakaran lahan di sekitar lokasi wisata.   ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut