Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 30 Mei 2024,   Jam : 08:44:51 WIB

Magnitudo : 4.2 SR,      Kedalaman : 6 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di laut 138 timurlaut Tuban

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


Peningkatan Kapasitas Abdi Dalem Karaton Dalam Penanggulangan Bencana: Ciptakan Karaton Tangguh Bencana

Peningkatan Kapasitas Abdi Dalem Karaton Dalam Penanggulangan Bencana: Ciptakan Karaton Tangguh Bencana

Yogyakarta, 29 Mei 2024. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat bukan hanya sebuah struktur fisik, tetapi juga merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang merupakan warisan budaya dunia. Kelestariannya perlu dijaga salah satunya dari ancaman bencana. Menjaga kelestarian karaton dari ancaman bencana tidak hanya berarti melindungi bangunan fisiknya, tetapi juga melibatkan pemahaman dan penghormatan terhadap filosofi serta nilai-nilai yang dianutnya. Oleh karena itu, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat bersama BPBD DIY melakukan peningkatan kapasitas abdi dalem dalam penanggulangan bencana pada Rabu, 29 Mei 2024. Kegiatan ini dimaksudkan agar abdi dalem yang dilatih memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi kebencanaan. Peningkatan kapasitas abdi dalem dalam penanggulangan bencana dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain: Pelatihan dan Pendidikan: Abdi dalem diberikan pelatihan dan pendidikan tentang dasar penanggulangan bencana. Pemetaan Risiko Bencana: Abdi dalem dilibatkan dalam pemetaan risiko bencana di sekitar wilayah kraton. Mereka membantu dalam mengidentifikasi daerah rawan bencana dan mengembangkan strategi mitigasi risiko. Simulasi dan Latihan: Melalui simulasi dan latihan reguler, abdi dalem dilatih untuk merespons dengan cepat dan efektif saat terjadi bencana. Abdi dalem yang dilatih diharapkan dapat  menjadi garda terdepan dalam melindungi keamanan karaton dari ancaman bencana yang ada. Dengan kolaborasi yang kuat antara abdi dalem, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan karaton dapat terus menjadi warisan budaya yang lestari dan karaton yang tangguh bencana.   #KaratonNgayogyakartaHadiningrat #KaratonTangguh #BPBDDIY #JogjaTangguh   ...

Detail Berita

Refleksi 18 Tahun Gempa Yogya

Refleksi 18 Tahun Gempa Yogya

Tepat 18 tahun lalu, gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang DIY dan sebagian wilayah di Jawa Tengah pada pukul 05.53 WIB. Getaran kuat selama 57 detik itu mengakibatkan kerusakan ribuan bangunan dan merenggut nyawa ribuan orang. Tercatat sekitar 6.652 orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang roboh, di antaranya 5.338 korban jiwa berasal dari DIY dan sisanya sebanyak 1.314 korban jiwa berasal dari Jawa Tengah. Peristiwa itu tentu meninggalkan luka mendalam dan menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Terlebih DIY terletak di kawasan rawan gempa, dengan sejumlah sesar yang berpotensi memicu gempa bumi di kemudian hari. Yakni sesar Opak, Progo, Oya, Dengkeng dan Mataram. Bahkan, di sisi Selatan DIY tersimpan potensi megathrust yang diperkirakan mampu memicu gempa berkekuatan mencapai magnitudo 8,7. Dokumen Kajian Risiko Bencana 2022-2026 mencatat DIY sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi. Lalu, seberapa siapkah kita menghadapi gempa bumi di masa mendatang? Pertanyaan itu agaknya perlu kita renungkan bersama pada peringatan 18 tahun Gempa Yogya kali ini. Peningkatan Kapasitas Hingga kini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti kapan akan terjadi. Meski teknologi berkembang pesat, kemampuan kita untuk memprediksi gempa secara akurat masih terbatas. Maka penting bagi kita untuk selalu siap dan waspada terhadap potensi gempa yang bisa terjadi kapan saja. Dari perspektif manajemen bencana, tingkat risiko bencana sebenarnya dapat ditekan dengan menurunkan tingkat kerentanan dan meningkatkan kapasitas masyarakat. Pemda DIY melalui BPBD DIY sudah aktif mengimplementasikan strategi ini. Misalnya dengan pembentukan Kalurahan/Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana). Kaltana adalah implementasi konkret dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Harapannya, setiap Kalurahan/Kelurahan memiliki kemandirian dalam menghadapi bencana dan memulihkan diri dari dampaknya. Hingga saat ini sudah terbentuk 340 Kaltana dari total 438 kalurahan/kelurahan di DIY. Pemda DIY juga membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Hal ini bertujuan agar warga sekolah dapat belajar dan mandiri dalam mengantisipasi ancaman bencana. SPAB juga diharapkan menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mitigasi bencana sejak dini. Selain itu, Pemda DIY juga sudah menerbitkan Pergub DIY Nomor 140 Tahun 2021 tentang Rencana Kontinjensi Tingkat Provinsi untuk Ancaman Gempa Bumi. Perda DIY Nomor 10 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY Tahun 2023 – 2043 Pasal 102 juga sudah mengatur pemanfaatan ruang yang berada di kawasan rawan gempa. Hal ini menunjukkan komitmen Pemda DIY dalam mengantisipasi risiko bencana gempa bumi secara menyeluruh dan terencana. Penegakan Peraturan Komitmen antisipasi risiko bencana gempa bumi harus tercermin dalam penegakan peraturan tata ruang yang ketat. Setiap pembangunan dan perubahan tata ruang di kawasan rawan gempa harus dipastikan memenuhi ketentuan standar bangunan aman gempa. Selain itu, audit kekuatan bangunan secara berkala juga penting dilakukan. Bangunan vital seperti sekolah, rumah sakit, hotel dan pusat pertemuan publik harus dipastikan sudah memenuhi standar bangunan aman gempa. Terakhir, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media massa memainkan peran krusial dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi di DIY. Melalui kerjasama ini, berbagai sumber daya dan keahlian dapat digabungkan sehingga langkah-langkah pencegahan, mitigasi, dan respons dapat berjalan efektif. Dengan kesadaran akan pentingnya kesiapan dan kesiapsiagaan bencana, kita dapat menciptakan DIY sebagai daerah yang tangguh dan aman bagi penduduknya, serta memberikan contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan serupa.   Fadri Mustofa, S.IP Analis Bencana BPBD DIY   *) Artikel sudah pernah dipublikasikan di Kedaulatan Rakyat, 27 Mei 2006, hal 11. ...

Detail Berita

Kunjungan Edukatif Universitas Pendidikan Indonesia

Kunjungan Edukatif Universitas Pendidikan Indonesia

Menyambut Peran Mahasiswa dalam Manajemen Bencana: Kunjungan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia ke Kantor BPBD DIY Dalam upaya memperluas wawasan praktis mahasiswa dan memperdalam pemahaman mereka tentang manajemen bencana, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia telah melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 22 Mei 2024. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kurikulum yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menghadapi tantangan bencana alam yang semakin kompleks. Dengan didampingi oleh dosen dan staf BPBD yang berpengalaman, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah lembaga pemerintah daerah mengelola dan merespons berbagai jenis bencana. Selain itu, kunjungan ini juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung implementasi konsep-konsep yang dipelajari di dalam kelas dalam konteks dunia nyata. Mereka dapat menghubungkan teori-teori tentang risiko bencana, pemetaan kerentanan, dan perencanaan mitigasi dengan praktik nyata yang dilakukan oleh BPBD DIY. Kunjungan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah daerah dalam upaya bersama untuk membangun ketahanan bencana yang lebih baik. Melalui kolaborasi seperti ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan bencana di masa depan. Dengan demikian, kunjungan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia ke Kantor BPBD DIY bukan hanya sebuah perjalanan lapangan, tetapi juga sebuah langkah menuju keterlibatan yang lebih aktif dan berdampak dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia. #kunjungan #universitaspendidikanindonesia ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut