Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 26 Okt 2026,   Jam : 11:53:42 WIB

Magnitudo : 4.9 SR,      Kedalaman : 13 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


Dari Tenda Perkemahan Lahir Generasi Tangguh Bencana: BPBD DIY Edukasi Siswa SMKN 2 Yogyakarta 

Dari Tenda Perkemahan Lahir Generasi Tangguh Bencana: BPBD DIY Edukasi Siswa SMKN 2 Yogyakarta 

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa dalam kegiatan Perkemahan Bela Bangsa (MALABA) Kelas XI Tahun 2026 SMKN 2 Yogyakarta. Kegiatan berlangsung pada Jumat (23/10/2026) pukul 08.30–09.30 WIB di Bumi Perkemahan Memorial Camp, Banaran Kidul, Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo.  Perkemahan Bela Bangsa merupakan agenda yang bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepedulian siswa terhadap bangsa serta lingkungan. Melalui kesempatan ini, BPBD DIY menanamkan budaya sadar bencana kepada generasi muda, mengingat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam potensi ancaman bencana, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Sebanyak 749 siswa kelas XI mengikuti kegiatan ini. Agar penyampaian materi berjalan lebih efektif dan tertib, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 yang terdiri dari siswa putra menerima materi kebencanaan dari BPBD DIY, sedangkan Kelompok 2 yang terdiri dari siswi putri memperoleh materi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Selama satu jam kegiatan, para siswa mengikuti materi dengan tertib dan antusias. Kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana hingga selesai. BPBD DIY berharap edukasi serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah dan kegiatan kepemudaan, sehingga semakin banyak generasi muda yang tangguh, siap, dan tanggap menghadapi bencana, karena kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama yang dapat dimulai sejak bangku sekolah.  ...

Detail Berita

BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspada Kekeringan, Awal Musim Hujan Diprediksi Mundur

BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspada Kekeringan, Awal Musim Hujan Diprediksi Mundur

YOGYAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan dan potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim. Berdasarkan pembaruan informasi iklim BMKG Stasiun Klimatologi DIY per 20 Oktober 2026, peringatan dini kekeringan meteorologis pada dasarian III Oktober 2026 berada pada status Awas di seluruh wilayah DIY. BMKG memprediksi curah hujan pada periode 21–31 Oktober 2026 masih berada pada kategori rendah, berkisar 10–50 mm per dasarian. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada dasarian I November 2026, dengan curah hujan 10–50 mm dan sifat hujan di bawah normal. Awal musim hujan 2026/2027 di DIY diprediksi berlangsung secara bertahap, mulai dasarian III November hingga dasarian II Desember 2026. Seluruh zona musim di DIY diperkirakan mengalami kemunduran awal musim hujan setidaknya tiga dasarian dibandingkan kondisi normal. Artinya, masyarakat perlu bersiap menghadapi periode kering yang lebih panjang. Di sisi lain, masa peralihan musim juga berpotensi memunculkan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung, dan hujan es. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengantisipasi dua kondisi sekaligus: keterbatasan air akibat kekeringan serta potensi bahaya hidrometeorologi ketika hujan mulai turun. Langkah Antisipasi yang Dapat Dilakukan Masyarakat BPBD DIY mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah sederhana berikut: 1. Hemat air dan antisipasi kekurangan air bersih. Gunakan air sesuai kebutuhan, periksa kebocoran saluran air, dan manfaatkan tempat penampungan air secara bijak. Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, kapanewon, atau BPBD kabupaten/kota setempat. 2. Waspadai potensi kebakaran. Kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran lahan dan vegetasi. Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan api, jangan membuang puntung rokok sembarangan, serta pastikan sumber api di sekitar rumah benar-benar padam. 3. Bersihkan saluran air sebelum hujan datang. Meskipun hujan belum merata, masyarakat perlu membersihkan selokan, gorong-gorong, dan saluran drainase agar air dapat mengalir dengan baik ketika hujan turun. 4. Periksa kondisi pohon dan bangunan. Pangkas dahan pohon yang rapuh atau berisiko tumbang. Periksa pula atap rumah, papan reklame, kanopi, dan bagian bangunan lain yang berpotensi rusak akibat angin kencang. 5. Kenali risiko di sekitar tempat tinggal. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor perlu memperhatikan kondisi lingkungan, terutama ketika hujan deras berlangsung. Segera menjauh dari lereng yang menunjukkan retakan atau tanda pergerakan tanah, serta hindari melintasi arus banjir yang deras. 6. Pantau informasi resmi dan jangan menunggu keadaan darurat. Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG serta peringatan kebencanaan dari pemerintah daerah. Jika terdapat kondisi yang membahayakan, segera laporkan kepada aparat setempat atau petugas penanggulangan bencana. Bersiap Menghadapi Perubahan Musim Kewaspadaan perlu terus dijaga meskipun hujan mulai turun. BMKG memprediksi curah hujan bulanan November 2026 berada pada kisaran 51–300 mm dengan sifat hujan di bawah normal. Sementara itu, curah hujan diperkirakan meningkat pada Desember 2026 dan Januari 2027, sehingga persiapan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang perlu dilakukan sejak sekarang. Peringatan dini bukan sekadar informasi tentang ancaman, melainkan kesempatan untuk mengurangi risiko sebelum bencana terjadi. Kesiapsiagaan dapat dimulai dari rumah, lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas umum. BPBD DIY mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, dan mengambil langkah antisipasi sesuai potensi bahaya di wilayah masing-masing. Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan. Sumber: Siaran Pers Perkembangan Iklim Tahun 2026 D.I. Yogyakarta, BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II D.I. Yogyakarta, pembaruan 20 Oktober 2026. ...

Detail Berita

Armada Tangguh di Lintas Bencana: Mengenal Kendaraan Penanggulangan Bencana BPBD DIY

Armada Tangguh di Lintas Bencana: Mengenal Kendaraan Penanggulangan Bencana BPBD DIY

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan potensi bencana alam yang sangat beragam, mulai dari erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, tanah longsor, hingga banjir dan gelombang pasang. Menghadapi risiko tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY terus memperkuat kapasitas kesiapsiagaan dan tanggap darurat, salah satunya melalui penyediaan armada kendaraan penanggulangan bencana yang modern dan adaptif. Kendaraan operasional BPBD DIY tidak sekadar berfungsi sebagai alat transportasi personel, melainkan dirancang sebagai sarana pendukung taktis di lapangan. Keberadaan armada ini menjadi kunci kecepatan respons saat detik-detik awal terjadinya bencana. Ragam Jenis Kendaraan Operasional BPBD DIY Untuk menunjang efektivitas operasi di berbagai medan, BPBD DIY menyiagakan sejumlah kategori kendaraan spesialis: Kendaraan Komando dan Komunikasi (Mobile Command Center): Dilengkapi dengan perangkat radio komunikasi, sistem satelit, dan pemantauan data cuaca secara real-time. Unit ini berfungsi sebagai pos komando bergerak di lokasi bencana ketika akses komunikasi publik terputus. Truk Logistik dan Serbaguna: Bertugas mendistribusikan bantuan darurat seperti bahan makanan, tenda, selimut, dan perlengkapan pengungsian ke titik-titik terdampak secara cepat dan masif. Kendaraan Dapur Umum Lapangan (Dumlap): Truk khusus yang dimodifikasi menjadi fasilitas memasak bergerak. Unit ini mampu menyediakan ribuan porsi makanan siap saji per hari untuk pengungsi maupun petugas di lapangan. Mobil Water Tank / Tangki Air Bersih: Menjadi armada vital saat terjadi kekeringan pasokan air atau untuk menyuplai kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian dan area terdampak bencana kekeringan di wilayah DIY. Kendaraan Operational Rescue 4x4: Mobil lintas medan yang dirancang menembus jalur ekstrem, seperti kawasan lereng Merapi atau daerah perbukitan yang rawan longsor, guna melakukan asesmen cepat dan evakuasi darurat. Ambulan Kebencanaan: Dilengkapi dengan peralatan medis dasar untuk memberikan pertolongan pertama dan evakuasi medis darurat bagi korban luka sebelum dirujuk ke rumah sakit. Kesiapsiagaan dan Peran Strategis Seluruh armada kendaraan penanggulangan bencana BPBD DIY rutin menjalani perawatan berkala agar selalu dalam kondisi siap pakai (ready to deploy). Kesiapan armada ini terbukti memiliki peran penting dalam berbagai operasi penanganan bencana di wilayah DIY, memastikan bantuan logistik, evakuasi, dan koordinasi dapat berjalan tanpa hambatan. Dengan ketersediaan armada yang tangguh dan personel yang terlatih, BPBD DIY terus berkomitmen mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang tangguh dan sigap menghadapi setiap potensi bencana. ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut