Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 25 Feb 2026,   Jam : 10:18:54 WIB

Magnitudo : 4.2 SR,      Kedalaman : 53 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di darat 17 km Utara Calang, Aceh Jaya

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


Rakornis Pusdalops BPBD DIY: Peran Strategis TRC dalam Asesmen Lanjutan Komprehensif

Rakornis Pusdalops BPBD DIY: Peran Strategis TRC dalam Asesmen Lanjutan Komprehensif

Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang diselenggarakan oleh BPBD DIY mengangkat tema “Peran TRC BPBD sebagai Pengawal Assesment Lanjutan yang Komprehensif” pada 23 Februari 2026 di ruang rapat BPBD DIY. Rakornis ini dihadiri oleh unsur Pusdalops, TRC kabupaten/kota se-DIY, dan perwakilan relawan kabupaten/kota serta menghadirkan narasumber dari PMI DIY Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa TRC bukan hanya bertugas melakukan respons awal, tetapi juga bertanggung jawab mengawal tahapan asesmen lanjutan agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Rakornis ini menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas personel TRC dalam melakukan identifikasi kerusakan, analisis kebutuhan korban terdampak, serta pemetaan risiko lanjutan di lokasi bencana. Asesmen yang komprehensif mencakup aspek fisik, sosial, ekonomi, hingga potensi dampak susulan yang mungkin terjadi. Dengan dukungan sistem pelaporan yang terintegrasi dan koordinasi yang solid antara TRC dan Pusdalops, informasi dari lapangan diharapkan dapat tersampaikan secara cepat dan presisi sebagai dasar pengambilan kebijakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan standar kerja yang lebih kuat dalam pelaksanaan asesmen lanjutan. Peran strategis TRC sebagai pengawal data dan informasi menjadi kunci dalam menentukan langkah penanganan yang tepat, baik pada fase tanggap darurat maupun tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Komitmen bersama yang terbangun dalam Rakornis Pusdalops ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. ...

Detail Berita

BPBD DIY Gelar Rapat Forum Perangkat Daerah 2026 untuk Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana

BPBD DIY Gelar Rapat Forum Perangkat Daerah 2026 untuk Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana

BPBD DIY menggelar Rapat Forum Perangkat Daerah pada Kamis, 19 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat BPBD DIY. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam penyusunan program dan kegiatan penanggulangan bencana tahun mendatang. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, prioritas program, serta kebutuhan riil kebencanaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam rapat tersebut, Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes (Kalaksa BPBD DIY) memaparkan capaian kinerja, evaluasi pelaksanaan kegiatan, serta tantangan yang dihadapi sepanjang tahun berjalan. Diskusi juga difokuskan pada penguatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi dukungan logistik dan peralatan. Selain itu, forum ini dimanfaatkan untuk menghimpun masukan dan saran konstruktif guna menyempurnakan rencana kerja agar lebih responsif terhadap potensi ancaman bencana di wilayah DIY. Rapat Forum Perangkat Daerah ini dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, lembaga maupun organisasi non-pemerintah (NGO) yang berkecimpung dalam penanggulangan bencana di DIY. Melalui pelaksanaan Forum Perangkat Daerah ini, BPBD DIY berharap terbangun sinergi yang semakin solid antar pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan bencana. Kolaborasi yang terencana dan terkoordinasi diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan daerah serta memberikan perlindungan yang lebih optimal kepada masyarakat dari berbagai risiko bencana yang mungkin terjadi. #ForumOPD #BPBDDIY #SiapUntukSelamat ...

Detail Berita

Cuaca Ekstrem 16–18 Februari 2026, Ratusan Titik di DIY Terdampak

Cuaca Ekstrem 16–18 Februari 2026, Ratusan Titik di DIY Terdampak

Yogyakarta, 18 Februari 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut, Senin–Rabu (16–18 Februari 2026). Berdasarkan informasi prospek cuaca tiga harian yang disampaikan oleh BMKG untuk periode 14–16 Februari 2026 dan 17–19 Februari 2026, wilayah DIY diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Pantauan Pusdalops BPBD DIY mencatat bahwa hujan yang umumnya terjadi pada siang hingga sore hari tersebut telah menimbulkan berbagai kejadian hidrometeorologi berupa cuaca ekstrem, tanah longsor, dan banjir di Kabupaten Gunungkidul, Sleman, Bantul, Kulon Progo, serta Kota Yogyakarta. Dampak Kejadian Per Wilayah Kabupaten Gunungkidul Kejadian tanah longsor dan banjir terjadi di 11 kapanewon, yakni Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, Panggang, Ngawen, Semanu, Nglipar, dan Semin, dengan total 26 titik lokasi. Dampak yang tercatat meliputi rumah rusak (33 unit), rumah terancam (2 unit), kendaraan terdampak (2 unit), talud ambrol/longsor (3 titik), drainase (1 titik), pohon tumbang (16 titik), banjir sertaan (1 titik), tebing longsor (1 titik), jembatan (1 titik), jaringan listrik terganggu (8 titik), kandang ternak (1 titik), jaringan internet terganggu (4 titik), aliran sungai (2 titik), serta akses jalan terganggu (8 titik). Sebanyak 15 KK (31 jiwa) mengungsi. Estimasi kerugian mencapai Rp26.000.000,-. Posko darurat didirikan di Pedukuhan Wonosari, Jurangjero, Kapanewon Ngawen, menyusul longsor Tebing Gunung Gambar sisi utara yang menyebabkan lumpur masuk ke rumah warga. Kabupaten Sleman Cuaca ekstrem dan tanah longsor melanda 51 titik lokasi yang tersebar di 11 kapanewon, meliputi Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, Gamping, Berbah, Kalasan, Minggir, dan Moyudan. Dampak yang ditimbulkan antara lain rumah rusak (38 unit), fasilitas pemerintah (2 titik), pondok pesantren (1 lokasi), kandang ternak (1 unit), akses jalan terganggu (5 titik), jaringan listrik (2 titik), jaringan internet (1 titik), papan reklame roboh (1 titik), pohon tumbang (23 titik), talud longsor (2 titik), tebing longsor (2 titik), satu tempat usaha terdampak, serta papan penunjuk rusak (1 titik). Kabupaten Kulon Progo Sebanyak 45 titik kejadian cuaca ekstrem dan tanah longsor terjadi di 9 kapanewon, yaitu Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan, Sentolo, dan Wates. Dampak meliputi tanah longsor (18 titik), talud rusak (1 titik), akses jalan terganggu (14 titik), kandang ternak (1 titik), pohon tumbang (9 titik), rumah rusak (12 unit), jaringan listrik terganggu (7 titik), halaman terdampak (2 titik), jaringan internet (1 titik), serta irigasi rusak (1 titik). Kota Yogyakarta Tanah longsor dan cuaca ekstrem melanda 17 titik lokasi di 8 kemantren, yaitu Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, Mergangsan, Wirobrajan, Umbulharjo, Mantrijeron, dan Danurejan. Dampak berupa rumah rusak (6 unit), Kantor Kelurahan Wirogunan (1 unit), mobil terdampak (1 unit), rumpun bambu tumbang (1 titik), aliran sungai terdampak (1 titik), pohon tumbang (6 titik), dahan patah (2 titik), akses jalan kampung terganggu (2 titik), tempat usaha (1 titik), jaringan telepon (1 titik), jaringan PJU (1 titik), dan jaringan wifi (1 titik). Tercatat 4 orang mengalami luka ringan dan 16 jiwa mengungsi. Kabupaten Bantul Tanah longsor dan cuaca ekstrem terjadi di 86 titik lokasi yang tersebar di 15 kapanewon, antara lain Kasihan, Sewon, Bantul, Sanden, Pleret, Jetis, Kretek, Imogiri, Banguntapan, Pandak, Srandakan, Dlingo, Pajangan, Piyungan, dan Sedayu. Dampak yang tercatat meliputi pohon tumbang (71 titik), akses jalan terganggu (24 titik), rumah rusak (37 titik), kandang ternak (3 titik), fasilitas pendidikan (1 titik), fasilitas pemerintah (1 titik), serta kendaraan terdampak (2 unit). Pada kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Upaya Penanganan dan Imbauan Sebagai tindak lanjut, BPBD DIY bersama BPBD kabupaten/kota dan instansi terkait telah melakukan pencatatan dan pendataan kejadian, koordinasi lintas sektor, penyampaian imbauan keselamatan kepada masyarakat, penanganan dan pembersihan lokasi terdampak, penyaluran logistik bantuan, serta pendirian posko darurat di wilayah yang membutuhkan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Warga juga diharapkan terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta berkoordinasi dengan pihak kebencanaan setempat. Catatan: Data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan lapangan. Sumber: TRC BPBD DIY dan Pusdalops BPBD Kabupaten/Kota. #salamtangguh #salamsiaga #siapuntukselamat   ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut