Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 13 Okt 2026,   Jam : 17:22:02 WIB

Magnitudo : 4.5 SR,      Kedalaman : 10 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


BPBD DIY Terima Kunjungan Kerja Dinas ESDM Jawa Timur, Bahas Mitigasi Bencana Geologi

BPBD DIY Terima Kunjungan Kerja Dinas ESDM Jawa Timur, Bahas Mitigasi Bencana Geologi

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan kerja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Selasa (13/10/2026), di Kantor BPBD DIY. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi mengenai mitigasi, pemetaan risiko, dan penanganan bencana geologi. Kunjungan diterima oleh Sekretaris BPBD DIY, Suedy, S.Sos., M.P.A. Dalam sambutannya, Suedy menyampaikan harapan agar kunjungan tersebut menjadi ruang sharing session atau berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai mitigasi bencana geologi. Melalui pertemuan ini, kedua pihak diharapkan dapat saling bertukar informasi mengenai upaya pengurangan risiko bencana, sekaligus berbagi praktik yang telah dilakukan di masing-masing daerah. Dengan demikian, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana geologi. Materi disampaikan oleh Meysita Noormasari, S.Si., Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD DIY, dengan topik pemetaan risiko bencana geologi serta upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana geologi di DIY. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam ancaman bencana. Berdasarkan gambaran pemetaan risiko, ancaman gempa bumi terdapat di seluruh wilayah DIY. Sementara itu, potensi tsunami berada di kawasan pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul. Ancaman erupsi Gunung Merapi berada di kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik di Kabupaten Sleman. Adapun potensi tanah longsor terdapat di kawasan perbukitan, termasuk Perbukitan Menoreh di Kulon Progo serta perbukitan di Gunungkidul dan Bantul. Pemetaan risiko bencana menjadi dasar untuk mengidentifikasi karakteristik ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko di suatu wilayah. Informasi tersebut juga digunakan untuk menentukan prioritas pengurangan risiko bencana serta menjadi masukan dalam perencanaan pembangunan daerah. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pertukaran informasi mengenai implementasi mitigasi serta penanganan bencana geologi. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing. Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan koordinasi dan pertukaran pengetahuan antara BPBD DIY dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dapat mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana geologi secara berkelanjutan. ...

Detail Berita

BPBD DIY Salurkan Bantuan Logistik untuk Wilayah Kulon Progo

BPBD DIY Salurkan Bantuan Logistik untuk Wilayah Kulon Progo

Yogyakarta – BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan bantuan logistik permakanan dan lampu lentera darurat kepada BPBD Kabupaten Kulon Progo pada Jumat, 9 Oktober 2026. Bantuan ini diberikan untuk mendukung penanganan bencana yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kulon Progo. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan BPBD Kabupaten Kulon Progo seiring dengan masih berlangsungnya upaya penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, sementara persediaan logistik permakanan di BPBD Kabupaten Kulon Progo semakin menipis. Adapun bantuan yang disalurkan berupa 59 paket logistik permakanan dan 22 unit lampu lentera darurat (emergency). Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar serta membantu memenuhi kebutuhan penerangan bagi masyarakat terdampak. Melalui penyaluran bantuan ini, BPBD DIY terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan BPBD kabupaten dalam penanganan bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak serta meningkatkan efektivitas penanganan kekeringan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.   #BPBDDIY #BPBDKulonProgo #PenanggulanganBencana #LogistikKebencanaan #SiapUntukSelamat ...

Detail Berita

BPBD DIY Latih Personel Pusdalops Sleman Gunakan Aplikasi PAMOR

BPBD DIY Latih Personel Pusdalops Sleman Gunakan Aplikasi PAMOR

Yogyakarta, 08 Oktober 2026 – BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan kegiatan Mobilisasi Personil Pusdalops dengan tema penggunaan aplikasi PAMOR dalam pendataan, pelaporan, dan penanganan kebencanaan di kabupaten/kota, Kamis (8/10/2026). Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Posko Utama BPBD Kabupaten Sleman, Jalan Kaliurang Nomor 17, Pakem, Sleman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi antara BPBD DIY dan BPBD kabupaten/kota, sekaligus mendorong percepatan pengumpulan dan penyampaian data kejadian bencana melalui aplikasi PAMOR (Portal Data, Manajemen Operasi, dan Respon). Dalam kegiatan tersebut, personel Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman mendapatkan pengenalan serta pelatihan penggunaan aplikasi PAMOR. Materi meliputi pembuatan akun petugas dan tata cara memasukkan data kejadian bencana ke dalam sistem. Yusuf Toto Purwoko selaku Ketua Tim Penanganan Darurat Bencana BPBD Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman saat ini menghadapi sejumlah tantangan kebencanaan, terutama kekeringan dan kebakaran, baik kebakaran lahan maupun bangunan. Menurutnya, kebutuhan distribusi air bersih pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi diperlukan solusi jangka panjang. BPBD Kabupaten Sleman juga tengah mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pembangunan sumur dalam. Upaya pemenuhan air juga menyasar sekolah melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan, PDAM, dan pihak terkait. Ia berharap data kebencanaan antara BPBD DIY dan BPBD kabupaten/kota semakin sinkron sehingga penanganan bencana dapat berjalan lebih optimal. Sementara itu, perwakilan Pusdalops BPBD DIY, Meysita Normasari, menyampaikan bahwa kegiatan mobilisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat koordinasi serta mendorong pemanfaatan PAMOR oleh BPBD kabupaten/kota. Aplikasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi kebencanaan bagi organisasi perangkat daerah (OPD), mahasiswa, dan masyarakat yang membutuhkan data. Dalam sesi pelatihan, peserta juga menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan aplikasi, antara lain kebutuhan penyaringan data untuk mendukung penentuan bantuan serta penambahan petunjuk pengisian agar data yang dimasukkan dapat tersimpan dengan benar. Pemanfaatan PAMOR diharapkan dapat memudahkan pemantauan kejadian bencana dan memperlancar pertukaran informasi antarinstansi. Dengan data yang semakin terintegrasi, koordinasi dalam menentukan langkah penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif. Ke depan, BPBD DIY mendorong instansi terkait untuk turut memanfaatkan PAMOR sehingga informasi kebencanaan dapat dipantau bersama dan mendukung pengambilan keputusan saat dibutuhkan. Melalui kegiatan ini, sinergi antara BPBD DIY dan BPBD kabupaten/kota diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pendataan dan pelaporan kejadian bencana yang lebih tertib, akurat, dan terintegrasi.   ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut