Status Merapi
Status Merapi Terkini

Gempa Bumi
Sumber BMKG

Tanggal : 19 Jul 2026,   Jam : 15:11:09 WIB

Magnitudo : 5.0 SR,      Kedalaman : 10 km

Potensi : Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Wilayah : Pusat gempa berada di laut 79 km barat daya Sukabumi

Cuaca DIY
Prakiraan Cuaca


Perkuat Komunikasi Kebencanaan, BPBD DIY Dukung Pengumpulan Data SOP Penanganan Bencana Gunung Api

Perkuat Komunikasi Kebencanaan, BPBD DIY Dukung Pengumpulan Data SOP Penanganan Bencana Gunung Api

Yogyakarta, 21 Juli 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan dan koordinasi dari Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dalam rangka mendukung survei komponen pendukung perencanaan implementasi Pilot Project Sistem Komunikasi Radio Pelindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Siskomrad PMPB/PPDR). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengumpulan informasi terkait mekanisme koordinasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana gunung api, khususnya mengenai pola komunikasi, alur penyampaian informasi, koordinasi antarinstansi, serta kebutuhan komunikasi pada setiap tahapan penanganan bencana. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi salah satu masukan penting dalam penyusunan kebutuhan implementasi Pilot Project Siskomrad PMPB/PPDR, sehingga sistem komunikasi yang dikembangkan dapat selaras dengan kebutuhan operasional di lapangan. Penguatan sistem komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam penanggulangan bencana. Informasi yang cepat, akurat, dan tersampaikan kepada pihak yang tepat dapat mendukung pengambilan keputusan serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan. Melalui sinergi dan koordinasi antarpemangku kepentingan, diharapkan pengembangan sistem komunikasi radio pelindungan masyarakat dan penanggulangan bencana dapat mendukung terciptanya komunikasi kebencanaan yang lebih efektif, terintegrasi, dan responsif. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, khususnya dalam menghadapi potensi bencana gunung api di Daerah Istimewa Yogyakarta. ...

Detail Berita

Benarkah Tabung LPG Bisa Meledak Sendiri?

Benarkah Tabung LPG Bisa Meledak Sendiri?

Kalau ditanya benda apa yang paling sering disalahkan saat terjadi kebakaran rumah, jawabannya mungkin tabung LPG. Hampir setiap kali muncul berita kebakaran, kalimat "tabung gas meledak" seolah menjadi penjelasan yang paling mudah diterima. Benarkah demikian? Faktanya, hasil investigasi berbagai kejadian kebakaran menunjukkan bahwa tabung LPG relatif jarang menjadi sumber ledakan. Berdasarkan prinsip fire science, ledakan yang sering disebut masyarakat sebagai "ledakan tabung gas" umumnya merupakan ledakan campuran LPG dan udara yang tersulut sumber penyalaan. Peristiwa tersebut dikenal sebagai gas explosion, yaitu pembakaran yang berlangsung sangat cepat sehingga menghasilkan gelombang tekanan yang terdengar seperti ledakan. Kondisi inilah yang sering disalahartikan sebagai tabung yang meledak, padahal sumber energinya berasal dari gas yang telah memenuhi ruangan. LPG (Liquefied Petroleum Gas) merupakan campuran utama gas propana dan butana yang disimpan dalam bentuk cair di dalam tabung bertekanan. Penyimpanan dalam bentuk cair membuat volumenya jauh lebih kecil sehingga mudah didistribusikan dan digunakan. Tabung LPG dirancang menggunakan baja dengan standar keselamatan yang mampu menahan tekanan tinggi, dilengkapi katup pengaman, serta melalui proses pengujian sebelum dipasarkan. Sebagian ruang di dalam tabung juga sengaja dibiarkan kosong sebagai tempat gas mengembang ketika suhu berubah. Desain tersebut membuat tabung tidak mudah meledak selama digunakan sesuai ketentuan. Lalu mengapa ledakan tetap dapat terjadi? Penyebabnya sering kali bukan tabung, melainkan gas yang keluar akibat kebocoran. Gas LPG memiliki massa jenis lebih berat daripada udara sehingga cenderung mengendap di bagian bawah ruangan, seperti lantai, kolong meja, atau sudut dapur yang memiliki sirkulasi udara terbatas. Kebocoran yang berlangsung terus-menerus akan meningkatkan konsentrasi gas hingga mencapai kisaran yang mudah terbakar. Masalah mulai muncul ketika gas tersebut bertemu dengan sumber api. Percikan kecil dari saklar lampu, kompor, korek api, rokok, hingga steker listrik sudah cukup untuk memicu pembakaran. Percikan tersebut sering kali tidak terlihat oleh mata, tetapi energinya mampu menyalakan campuran LPG dan udara dalam hitungan milidetik. Pembakaran kemudian berlangsung sangat cepat sehingga menghasilkan gelombang tekanan yang terdengar sebagai ledakan. Bau khas LPG sebenarnya merupakan sistem peringatan dini. Gas propana dan butana tidak memiliki bau alami. Aroma menyengat yang kita kenal berasal dari senyawa etil merkaptan (ethyl mercaptan) yang sengaja ditambahkan agar kebocoran dapat dikenali lebih awal sebelum mencapai kondisi berbahaya. Ketika bau gas mulai tercium, tetaplah tenang. Matikan kompor apabila masih menyala, lalu tutup regulator bila masih aman dilakukan. Pintu dan jendela perlu segera dibuka selebar mungkin agar gas keluar secara alami. Tindakan yang justru harus dihindari adalah menyalakan atau mematikan saklar listrik, mencabut atau memasang steker, menyalakan kipas angin, menggunakan korek api, maupun merokok di sekitar lokasi kebocoran. Semua aktivitas tersebut berpotensi menghasilkan percikan yang dapat memicu pembakaran. Pengalaman petugas pemadam kebakaran menunjukkan bahwa kebocoran lebih sering disebabkan oleh regulator yang tidak terpasang sempurna, selang yang mulai retak karena usia pemakaian, atau klem pengikat yang longgar, bukan karena tabung LPG rusak atau meledak dengan sendirinya. Pemeriksaan rutin terhadap perlengkapan LPG, penggunaan produk berstandar SNI, serta kebiasaan mengenali bau gas merupakan langkah sederhana yang mampu mengurangi risiko secara signifikan. Tabung LPG bukanlah benda yang harus ditakuti. Pengetahuan yang kurang tepat justru menjadi bahaya yang lebih besar. Memahami cara kerja LPG akan membuat kita lebih tenang mengambil keputusan sekaligus lebih siap mencegah kebakaran sebelum benar-benar terjadi. ...

Detail Berita

Kepala Pelaksana BPBD DIY Ajak Pelajar SMA Negeri 1 Banguntapan Jadi Generasi Santun dan Cinta Damai

Kepala Pelaksana BPBD DIY Ajak Pelajar SMA Negeri 1 Banguntapan Jadi Generasi Santun dan Cinta Damai

Bantul – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes., menjadi Pembina Upacara Bendera di SMA Negeri 1 Banguntapan, Senin (20/7/2026) dalam rangka menjalankan tugas membacakan amanat Gubernur DIY pada Upacara dan Deklarasi Bersama Warga Sekolah SMA/SMK Se-DIY. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan “Pelajar Jogja, Santun dan Cinta Damai” yang digelar sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter serta meningkatkan kesadaran pelajar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Dalam amanatnya, Agustinus mengajak para siswa untuk menyadari bahwa masa depan Yogyakarta berada di tangan generasi muda. Setiap pilihan yang diambil oleh pelajar, baik dalam pergaulan maupun dalam kehidupan sehari-hari, akan turut menentukan masa depan mereka. Para siswa juga diajak untuk berani menolak berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan, seperti kekerasan, perundungan, intoleransi, narkoba, obat-obatan terlarang, dan minuman beralkohol. “Keberanian sejati bukan tentang siapa yang paling kuat melukai, tetapi siapa yang berani menjaga dan berani berkata tidak,” menjadi pesan penting yang disampaikan kepada para pelajar. Selain menekankan pentingnya keberanian untuk menjaga diri dan lingkungan, para siswa juga didorong untuk berperan aktif sebagai agen perubahan. Ketika menemukan tindakan yang berpotensi membahayakan, pelajar diharapkan tidak memilih untuk diam, melainkan berani melaporkannya kepada guru atau pihak sekolah. Upaya menciptakan lingkungan yang aman dan damai, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah, keluarga, pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh warga sekolah perlu membangun sinergi untuk melindungi dan membimbing generasi muda. Melalui kegiatan ini, para siswa SMA Negeri 1 Banguntapan diajak untuk menjadi pelajar yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, santun, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian. Semangat tersebut kemudian ditegaskan melalui Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai, sebagai komitmen bersama untuk menolak kekerasan, perundungan, intoleransi, narkoba, obat-obatan terlarang, serta berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan generasi muda. Karena masa depan Yogyakarta tidak hanya dibangun dari ruang kelas, tetapi juga dari pilihan dan sikap para pelajarnya. ...

Detail Berita

Sebagai bentuk transparansi, kami meyediakan informasi publik sebagai berikut