Wilayah perkotaan seperti Kota Yogyakarta dan sekitarnya juga tidak luput dari ancaman musim kemarau. Padatnya permukiman dan minimnya kawasan resapan air membuat penurunan muka air tanah pada sumur gali dangkal milik warga terjadi lebih cepat. Selain itu, suhu udara panas memicu penggunaan alat elektronik (AC/Kipas Angin) secara nonstop yang meningkatkan risiko kebakaran akibat beban listrik berlebih.
Langkah antisipasi warga perkotaan:
- Gunakan Alat Elektronik secara Bijak: Berikan waktu istirahat bagi penggunaan pompa air dan pendingin ruangan. Pastikan instalasi listrik di rumah tidak menumpuk pada satu stopkontak (colokan) untuk menghindari panas berlebih yang memicu korsleting.
- Kearifan Berbagi Sumur: Jika ada tetangga yang sumurnya mulai kering, aktifkan sistem gotong royong urban dengan berbagi akses air bersih dari warga yang memiliki sumur bor lebih dalam.
- Pemangkasan Dahan Pohon Kering: Segera pangkas dahan pohon yang mengering di sekitar kabel listrik PLN di sekitar permukiman guna menghindari gesekan akibat angin kencang yang dapat menimbulkan percikan api.

0 Komentar