Yogyakarta, 27 Januari 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama BPPTKG, BPBD Kabupaten Gunungkidul, Baperida DIY, Kalurahan Pacarejo, serta relawan melaksanakan kegiatan uji geolistrik di lokasi tanah amblasan SMP N 3 Semanu, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (27/01/2026).
Uji geolistrik ini dilakukan sebagai langkah teknis untuk mengetahui kondisi bawah permukaan tanah di area terdampak. Metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi struktur tanah, potensi rongga bawah tanah, serta tingkat kestabilan lapisan tanah yang menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan mitigasi risiko lanjutan. Hasil pengujian diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan, baik untuk pengamanan lokasi maupun rencana penanganan jangka menengah dan panjang.
Manajer Pusdalops BPBD DIY, Julianto, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian serupa, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik tanah rentan. Ia menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal terjadinya pergerakan atau amblasan tanah, seperti munculnya retakan kecil di permukaan tanah atau bangunan, terjadinya penurunan tanah secara perlahan, adanya genangan air yang disertai pusaran, serta munculnya lubang-lubang yang dapat menjadi jalur masuk air ke dalam tanah.
Apabila masyarakat menemukan indikasi-indikasi tersebut di lingkungan sekitar, Julianto mengimbau agar segera melaporkannya kepada BPBD atau instansi terkait. Pelaporan sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat diminimalkan.
BPBD DIY terus berkomitmen untuk memperkuat upaya mitigasi bencana melalui kolaborasi lintas instansi serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengenali potensi risiko bencana di sekitarnya.

0 Komentar