Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Kepala Pelaksana bersama Bidang Logistik dan Peralatan menyerahkan hibah peralatan penanggulangan bencana kepada 18 kelompok dan organisasi yang aktif dalam upaya kebencanaan. Penyerahan dilaksanakan pada 8, 11, dan 12 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diberikan kepada berbagai unsur masyarakat yang memiliki peran dalam pengurangan risiko dan penanganan bencana di tingkat komunitas, meliputi Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Kampung Tangguh Bencana (KTB), serta organisasi penggiat kebencanaan.
Sebanyak 18 penerima hibah tersebut terdiri atas Kaltana Demangan, Kaltana Gunungketur, Kaltana Kotabaru, Kaltana Panembahan, Kaltana Wirobrajan, FPRB Rejowinangun, FPRB Semaki, FPRB Panggungharjo, FPRB Argorejo, FPRB Siraman, KTB Jogonegaran, Forum KTB Ngampilan, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Gunungkidul, Relawan Sendangadi, Kami ASKARA Kabupaten Gunungkidul, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kapanewon Ponjong, Search and Rescue Linmas Arum Samapta (SAR-ARUMTA), dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kal. Jogotirto.
Peralatan yang disalurkan mencakup berbagai perlengkapan pendukung penanggulangan bencana yang dikelompokkan berdasarkan fungsi penggunaannya. Peralatan evakuasi dan penanganan darurat terdiri atas chainsaw, angkong, sekop, parang/golok, dan linggis. Peralatan pendukung kelistrikan, penerangan, dan penampungan meliputi genset, lampu tembak, kabel, dan tenda. Untuk mendukung keselamatan petugas dan relawan saat melaksanakan tugas di lapangan, disalurkan pula alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan, jas hujan, sepatu, dan helm safety.
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok penerima dalam melaksanakan kesiapsiagaan, penanganan awal, evakuasi, serta kebutuhan operasional lainnya ketika terjadi bencana. Ketersediaan peralatan di tingkat komunitas juga menjadi bagian penting dalam mempercepat respons sebelum dukungan dari unsur penanggulangan bencana lainnya tiba di lokasi.
Penyerahan hibah ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, relawan, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ketangguhan wilayah.
BPBD DIY berharap seluruh peralatan dapat dimanfaatkan secara optimal, digunakan sesuai kebutuhan, serta dipelihara dengan baik. Dengan dukungan sarana yang memadai dan kapasitas masyarakat yang terus diperkuat, komunitas di DIY diharapkan semakin siap, mandiri, dan tanggap dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

0 Komentar