Yogyakarta, 11 Agustus 2026. Adanya laporan mengenai dampak air pasang dan peningkatan gelombang laut di Pantai Trisik, Pedukuhan 13 Sidorejo, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, S.Sos, bersama Manager Pusdalops BPBD DIY, Julianto Wibowo, S.T., M.URP., meninjau langsung lokasi untuk melihat kondisi serta dampak yang ditimbulkan.
Kejadian berlangsung pada Selasa (11/08) sekitar pukul 06.00–07.30 WIB. Saat itu terjadi peningkatan tinggi gelombang laut di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, mulai dari kawasan Pantai Trisik ke arah barat hingga Pantai Congot dan kawasan Mangrove Pasir Mendit. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah lapak wisata mengalami kerusakan.
Di lokasi, BPBD Kulon Progo bersama pengelola wisata dan Sat Linmas Rescue Istimewa melakukan asesmen untuk mengetahui dampak kejadian sekaligus mendengarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan. Bantuan logistik juga diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat dan pengelola wisata yang terdampak.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi di kawasan pantai tetap terpantau, sekaligus memperkuat koordinasi antara BPBD, pengelola wisata, dan unsur penyelamatan dalam menghadapi potensi dampak gelombang tinggi.
Dengan kondisi gelombang laut yang masih mengalami peningkatan, masyarakat, pengelola wisata, dan pengunjung pantai diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan kondisi laut perlu dilakukan secara berkala dan aktivitas di kawasan yang berisiko terdampak gelombang tinggi agar disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Kesiapsiagaan dan komunikasi yang baik menjadi kunci untuk meminimalkan risiko, terutama di kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi masyarakat.

0 Komentar