Gunungkidul, 6 Agustus 2026 – Upaya menjaga keberlanjutan sumber air bersih bagi masyarakat kembali dilakukan melalui kegiatan pembersihan static pool di Goa Keceme, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan sistem penyediaan air bersih yang telah dimanfaatkan masyarakat sejak tahun 2018 tetap dapat berfungsi secara optimal, terutama di tengah tantangan musim kemarau.
Pemanfaatan sumber air Goa Keceme telah berlangsung sejak tahun 2018 dengan pendampingan dari Relawan Save Rescue, BAZNAS Gunungkidul, dan Pos Aju TRC BPBD DIY di Gunungkidul. Melalui kolaborasi tersebut, sumber air di dalam goa berhasil dimanfaatkan sebagai salah satu penyedia air bersih bagi warga Kalurahan Girisekar. Hingga saat ini, sistem tersebut mampu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat dengan rata-rata konsumsi air mencapai 900 meter kubik per bulan.
Selama hampir delapan tahun beroperasi, pengelolaan sarana air bersih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberlanjutan layanan, mulai dari operasional, pemeliharaan, hingga pengelolaan distribusi air kepada para pengguna.
Seiring berjalannya waktu, static pool di dalam Goa Keceme mengalami pendangkalan akibat akumulasi material berupa batu dan tanah yang terbawa aliran banjir pada musim hujan. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas tampungan air berkurang. Di sisi lain, ketika memasuki musim kemarau, debit air yang menurun semakin memperburuk kondisi sehingga pompa submersible tidak dapat terendam secara sempurna.
Akibatnya, proses pemompaan air menuju bak penampung menjadi kurang optimal dan aliran air kepada masyarakat mengalami hambatan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan pembersihan static pool dengan mengangkat material sedimen yang mengendap selama bertahun-tahun. Kegiatan ini merupakan pembersihan pertama sejak sumber air Goa Keceme mulai dimanfaatkan pada tahun 2018.
Melalui pembersihan tersebut, kedalaman static pool diharapkan kembali bertambah sehingga pompa submersible dapat ditempatkan pada posisi yang lebih dalam dan terendam sepenuhnya. Dengan demikian, proses pengambilan air dapat berjalan lebih efektif dan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terjaga, khususnya selama musim kemarau.
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur sumber air sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak kekeringan. Sinergi antara masyarakat, relawan, dan berbagai pihak yang telah mendampingi pemanfaatan Goa Keceme menjadi bukti bahwa pengelolaan sumber daya air berbasis gotong royong mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ke depan, upaya pemeliharaan secara berkala diharapkan dapat terus dilakukan agar sumber air Goa Keceme tetap menjadi andalan masyarakat Kalurahan Girisekar dalam memenuhi kebutuhan air bersih, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman kekeringan di wilayah Gunungkidul.

0 Komentar