BPBD DIY melalui Bidang Logistik dan Peralatan melaksanakan upaya penanganan siaga darurat bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang kerap melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Penanganan siaga darurat menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko dan mempercepat proses pemulihan. Salah satu komponen penting dalam upaya ini adalah penyediaan logistik non pangan, seperti seng, terpal, bronjong, dan karung plastik, yang berfungsi untuk perlindungan, perbaikan sementara, serta mitigasi dampak lanjutan bencana.
Seng dan terpal dimanfaatkan untuk memperbaiki atau menyediakan tempat tinggal sementara. Sedangkan, bronjong dan karung plastik digunakan untuk memperkuat tebing, tanggul, atau menahan aliran air saat banjir. Kecepatan respons dan ketersediaan logistik non pangan yang cukup menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan. Sebagai langkah konkret, BPBD DIY melaksanakan belanja logistik non pangan berupa 100 lembar seng, 300 buah terpal, 500 unit bronjong, dan 2.000 lembar karung plastik untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.
Belanja ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat respon dalam situasi darurat, sehingga dampak kerusakan dapat ditekan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin. Dengan jumlah yang tersedia, diharapkan dapat digunakan di beberapa lokasi rawan secara efektif dan tepat sasaran. Dengan pengelolaan yang baik, logistik ini mampu melindungi masyarakat, mencegah kerusakan lebih lanjut, serta mendukung proses pemulihan yang lebih cepat dan efektif.

0 Komentar